Tuesday, December 4, 2018

TEBOONLINE.COM - Setelah beberapa waktu lalu sukses melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), sekarang SMKN 7 Tebo yang berada di Desa Rantau Langkap Kecamatan Tebo Ulu Kabupaten Tebo Provinsi Jambi ini kembali melaksanakan Ujian Sekolah Berbasis Komputer (USBK) secara swadaya mandiri.

Ramayani, M.Pd Kepala SMKN 7 Tebo mengatakan hal tersebut dilaksanakan sekolah yang dipimpinnya karena sekarang ini sudah jamannya harus menggunakan Teknologi dan sekolahnya sudah mengaplikasi ujian berbasis komputer di ujian sekolah. Ini digunakan untuk semua kelas mulai dari kelas X, XI dan XII.

“Dalam pelaksanaan USBK kita tidak mendapatkan kendala yang berarti, kita siapkan aplikasinya dan mempersiapkan komputer laptop ada 40 unit,” jelasnya kepada wartawan kemarin saat dijumpai disela-sela pelaksanaan ujian.

Diterangkannya lebih lanjut, dengan siswanya berjumlah 78 orang, menurutnya ujian berbasis komputer lebih mempermudah siswa dan guru dimana guru tidak perlu repot mengkoreksi hasil jawaban siswa.

"Dari sisi ekonomi, biaya pelaksanaan ujian dengan menggunakan metode USBK lebih irit, tak perlu biaya photokopi, karena lebih sederhana dan tentunya juga murah. Tapi ujian semester juga bisa terlaksana dengan baik," jelasnya lagi.

Dikatakannya lagi, dalam pelaksanaan USBK yang paling penting adalah kerja sama tim yang baik, mengingat sekolahnya tidak mempunyai listrik dari PLN.

Dijelaskannya agar ujian berjalan yang lancar, tim sekolah yaitu operator sekolah  sebagai proktor  Febrianto,S.Pd I dan teknisi  juga sebagai Waka Kurikulum safwan,S.Pd  bekerjasama dengan tenaga pendidik kependisikan  di sekolah.

Sekolah membeli aplikasi lalu diKerjakan. Modal komputer dan laptop dan dua komputer server beserta jaringan, dan kepala bengkel Syafi'i dibantu tenaga keamanan Alfarisi harus bekerja sama agar genset sekolah tetap hidup selama pelaksanaan USBK berlangsung.

"Mengenai Listrik untuk sekolah Insyaallah kalo tidak ada halangan sudah dianggarkan oleh Diknas Provinsi Jambi dalam APBD Perubahan 2018 ini, karena belum juga terlaksana kita terpaksa melaksanakan USBK dengan genset yang kita punya, dengan keterbatasan yang ada kita akan berusaha semaksimal mungkin," pungkasnya. (crew)