Thursday, November 15, 2018

TEBOONLINE.COM - Belakangan ini, Ibu - ibu rumah tangga di Kabupaten Tebo cukup kesulitan untuk mendapatkan isi ulang Tabung Gas Elpiji bersubsidi 3 kg baik itu ditingkat Pangkalan maupun ditingkat pengecer. 

Menurut informasi yang berkembang, Gas bersubsidi 3 kg terjadi kelangkaan karena diakibatkan pasokan Gas Melon tersebut terputus. Untuk mengetahui apa penyebab pastinya kelangkaan Gas Melon terjadi ditengah - tengah masyarakat, Teboonline.com pun melakukan investigasi ke lapangan. 

PT Rimba Jaya Rahayu Lasatari yang nota bene adalah agen resmi Gas Elpiji bersubsidi 3 kg di Kabupaten Tebo melalui pengelolanya Pitono saat dikonfirmasi Teboonline.com mengatakan bahwa pasokan Gas Elpiji 3 Kg sejauh ini terbilang cukup lancar. 

"Pasokan Gas Elpiji 3 kg sampai saat ini lancar - lancar saja, setiap hari ada Suplai ke Pangkalan secara bergantian," seru Pitono beberapa waktu yang lalu sambil menyebut bahwa pasokan Gas dari Palembang pernah tersendat sekali pada 31 Oktober lalu namun pasokan tersebut normal kembali sampai saat ini. 

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diperoleh Teboonline.com, Pangkalan yang ada di Kabupaten Tebo hampir merata pengelolanya berbuat curang dan nakal. 

Pemilik Pangkalan menjual Gas Elpiji bersubsidi 3 kg ke luar daerah pemasarannya atau diluar rayonnya secara besar-besaran karena dengan menjual keluar daerah pemasaran, pemilik pangkalan dapat menjual dengan harga yang cukup tinggi. 

Pemilik pangkalan tetap memberikan jatah penjualannya kepada masyarakat terdekat namun persentasenya lebih kecil ketimbang yang dijual keluar daerah. Sementara, sesuai aturan yang harus diprioritaskan adalah penjualan untuk masyarakat terdekat. 

Kesimpulannya, kelangkaan terjadi karena pemilik Pangkalan Gas Elpiji subsidi 3 kg selalu berbuat nakal. Suplai dari Agen ke Pangkalan selalu lancar. (crew)