Sunday, November 25, 2018


TEBOONLINE.COM – Harga komoditi buah sawit yang menjadi andalan sebagian masyarakat tak terkecuali di Kabupaten Tebo, harganya terus mengalami kemerosotan yang tajam. Begitu juga didaerah lain, tersiar dalam berita bahwa aksi turun harga buah sawit ini terjadi dimana – mana atau diseluruh daerah di nusantara dan telah menjadi isu nasional.

Sebelumnya, harga buah sawit ditingkat petani atau harga buah sawit milik petani dibeli oleh Tengkulak berkisar Rp 1.400/kg sampai Rp 1.600/kg, harganya kini terjun payung menjadi Rp 600/kg.

Tentunya, harga ini menyebabkan ketidakstabilan ekonomi masyarakat Kabupaten Tebo khususnya petani buah sawit. Apabila petani buah sawit ini memiliki kebun Sawit diatas 4 Hektar, petani sawit tersebut masih bisa bernafas lega. Namun, bagi petani yang hanya memiliki 1 hektar maka sudah pasti, hasil dari kebun sawit tersebut hanya pas – pasan bahkan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga setiap harinya. Belum lagi untuk membiayai keperluan lainnya.

Dapat dipastikan pula, petani buah sawit di Kabupaten tebo akan menderita penyakit stres karena tekanan ekonomi yang diakibatkan merosotnya harga buah sawit yang diprediksikan akan terus mengalami penurunan harga.

“Sudah Rp 600 sekilonya buah sawit di Tengkulak, tapi kalau kita jual buah sawit langsung ke Pabrik harganya masih berkisar Rp 1.070/kgnya atau masih diatas harga seribuan lah,” ujar Pitono salah satu petani buah sawit di Kabupaten Tebo menuturkan pada Teboonline.com, Minggu (25/11/2018).

Ia pun berfikiran, apabila harga buah sawit di Pabrik pecah dari harga Rp 1000/kgnya, maka hancurlah ekomoni masyarakat Kabupaten Tebo dan lainnya entah itu yang punya 1 Ha maupun yang lebih. Karena, kebun sawit perlu perawatan ekstra seperti memupuk dimana pupuknya harus dibeli pakai uang. (crew)