Miris, Janda Beranak 5 di Rimbo Bujang Tinggal ditumpukan Batako

Susinah, seorang janda di Rimbo Bujang terpaksa harus tinggal ditumpukan Batako yang disusun. 
TEBOONLINE.COM - Menjalani Hidup sebagai Seorang Janda selama kurang lebih satu tahun, sesuatu hal yang sangat berat dirasakan Susinah (40), Warga Jalan 11 Kelurahan Wirotho Agung Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo. Terlebih lagi beban bertambah berat bagi Susinah yang harus membiayai 2 orang anaknya yang masih kecil.

Susinah bersama kedua buah hatinya ini tinggal didalam rumah berukuran 3X3 meter yang terbuat dari tumpukan Batako dan beratapkan terpal plastik tanpa ada ruang keluarga apalagi ruang tamu untuk menonton televisi.

Untuk lokasi Rumah Susinah sendiri merupakan Tanah warisan dari orang tuanya, sementara tumpukan batako setinggi 2 Meter sebagai dinding rumahnya merupakan milik adik kandungnya.

Sebenarnya, perkawinan Susinah dengan Suaminya dikaruniai 5 Orang anak, Setelah memutuskan untuk bercerai dan pertimbangan ekonomi, 2 anaknya lagi mengikuti ayah kandungnya sementara 1 anaknya lagi telah berumah tangga dan hidup mandiri.
Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dan biaya Sekolah kedua anaknya, Susinah harus banting tulang menjadi buruh sadap karet milik tetangganya dengan penghasilan Rp 100 ribu setiap minggunya.

Sayangnya, saat Teboonline.com ingin mencoba menggali lebih dalam tentang kehidupannya, Susinah tidak berada ditempat karena tengah mengurus surat kepindahan kependudukan ditempat asalnya tinggal saat masih berumahtangga di Provinsi Riau.

"Kak Susinah kebetulan sedang ke Riau mengurus surat pindah, dulu sewaktu masih berumah tangga sempat tinggal di sana (Riau_red)," ungkap Ridayanti Adik Kandung Susinah, Senin (02/102018).

Diungkapkan Ridayanti yang juga berstatus Janda dengan dua orang anak, jika dirinya berulang kali mengajak Susinah untuk tinggal bersamanya, namun Susinah bersikukuh menolak dengan alasan tidak mau merepotkan siapapun.

"Kebetulan saya juga Janda. Jadi, Saya pikir tidak ada salahnya juga kakak tinggal bersama saya tapi selalu menolak dengan alasan tidak mau merepotkan dan sudah terbiasa," kata Ridayanti.

Diceritakan Ridayanti, anak Kedua Susinah yang kini tinggal bersama ayah kandungnya yang bekerja serabutan harus putus sekolah tingkat SMP dan tak mampu untuk meneruskan kejenjang SMA karena tak memiliki biaya. Padahal, anaknya tersebut mempunyai keinginan kuat untuk melanjutkan sekolah.

"Sedih kalau ingat anak kakak saya yang nangis pingin tinggal bersama ibunya dan melanjutkan sekolah tapi tidak ada biaya," pungkasnya. (crew)

Related News