Kejari Tebo Bakal Seret Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana PNPM Rimbo Bujang

TEBOONLINE.COM - Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebo berjanji bakal menyeret tersangka dugaan korupsi simpan pinjam PNPM kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Jambi, secepat mungkin.

Kasus penyalagunaan dana simpan pinjam pada tahun 2014 lalu ini telah menyebabkan kerugian negara senilai Rp 747.674.000. Ini setelah Kejari Tebo sebelumnya menerima laporan hasil audit dari BPK RI Jambi pada 29 Agustus 2018 lalu.

Kepala seksi Pidana khusus, Kejari Tebo, Efan Arturedy mengatakan penyidik baru menetapkan satu tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana simpan pinjam PNPM Rimbo bujang ini.

Kendati demikian untuk saat ini, dia belum bisa membeberkan identitas tersangka yang dimaksud. Dengan alasan pemberkasan dirasakan belum cukup lengkap.

"Kita masih proses pemberkasan. Kalau sudah siap baru kita lakukan tahap satu dengan penunjukan jaksa peneliti. Setelah itu baru kita lakukan pemanggilan terhadap tersangka," kata Efan, Selasa (30/10/2018).

Kejaksaan memastikan akan menetapkan tersangka lain.  Dalam kasus korupsi tidak mungkin hanya dilakukan satu orang saja.

"Tidak tertutup kemungkinan bakal ada pihak-pihak lain yang terlibat dan dijadikan tersangka. Sementara, dalam kasus dugaan korupsi dana PNPM tersangka tidak mungkin satu orang saja. Insya Allah awal tahun sudah masuk ke tahap penuntutan," katanya.

Pada kasus dugaan korupsi yang dilakukan oleh tersangka ini, penyidik kejaksaan menjerat tersangka dengan pasal 2 dan pasal 3, undang - undang Nomor 20 tahun 2001 sebagaimana diubah dari undang -undang Nonor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Ancaman hukumannya paling minim 4 tahun dan maksimal 20 tahun. Diuraikan Efan bahwa kasus dugaan korupsi PNPM tahun 2014 lalu ini, merupakan tunggakan kasus yang dipegang oleh kasi Pidsus lama, yang penanganannya sudah masuk tahap penyidikan.

"Tapi waktu itu belum dilakukan pendalaman. Saya bakal memprioritaskan penyempurnaan administrasi pemberkasan dulu. Jika ini dirasa sudah sempurna tidak ada celah lagi bagi siapapun yang ingin mementahkan," pungkasnya. (crew)

Related News