Bahaya.... Warga Desa Tirta Kencana Terserang ISPA Akibat Usaha Tempat Pembakaran Arang Menjamur

Tungku tempat pembakaran arang dari kayu bakar, asap yang dikeluarkan dari tungku tersebut membumbung tinggi dan mencemari udara. Akibatnya, warga setempat terserang ISPA. 
TEBOONLINE.COM - Masyarakat desa Tirta Kencana Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo mengeluhkan dengan menjamurnya tempat pembakaran Arang atau biasa masyarakat setempat menyebutnya dengan nama Tungku Arang.

Pasalnya, tungku arang tersebut berdiri ditengah - tengah pemukiman padat penduduk.
Seperti Tungku arang yang berada di jalan Meranti ujung, tungku arang tersebut cukup dekat dan berdiri persis dibelakang rumah.

Saat Teboonline.com pada Jumat (19/10/2018) sengaja mengunjungi tempat pembakaran arang tersebut, terlihat ada 5 unit tungku dimana 3 tungku diantaranya sedang dipakai untuk pembakaran arang.

Tungku yang dipakai untuk pembakaran arang dengan diameter kurang lebih 4x4 meter ini, tidak dilengkapi dengan cerobong asap. Asap berwarna putih gelap yang berasal dari dalam tungku ini, dibiarkan keluar begitu saja.

Menurut warga setempat yang tak mau disebut namanya mengungkapkan bahwa asap dari pembakaran arang tersebut baunya cukup menyengat dan menusuk ditenggorokan. Bahkan, udara yang sudah terkontaminasi asap arang tersebut, seperti panas dan membuat saluran pernafasan menjadi gatal.

"Selama ada Tungku arang ini, dua kali saya kena ISPA. Warga di Meranti ujung ini sebenarnya sudah resah, tapi kalau kami mau komplain, nanti dikirain syirik sama usaha orang. Boleh usaha, tapi tolong lihat dan pakai aturan dalam berusaha," tegas warga ini.

Seharusnya lanjutnya, Tungku arang itu harus jauh dari pemukiman dan pakai cerobong asap yang tinggi. Ia pun berharap agar dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tebo untuk turun ke lapangan menertibkan Tungku - tungku arang yang dikeluhkan oleh warga karena mengganggu kesehatan dan lingkungan.

Sementara itu, Kades Tirta Kencana Joko Suwondo saat dikonfirmasi Teboonline.com mengatakan, ia berharap agar pengusaha Tungku Arang yang membuka usahanya di desa Tirta Kencana, untuk membuat asosiasi sehingga nanti para pengusaha ini tahu akan aturan main pendirian tungku arang.

"Boleh buka usaha asal tidak merugikan kesehatan dan lingkungan," kata Joko yang mengaku bahwa pihaknya juga sudah mendengar keluhan masyarakat setempat tentang berdirinya usaha Tungku arang tersebut.

Sementara, salah seorang pemerhati lingkungan di Kabupaten Tebo Husni Yusuf juga mengomentari terkait limbah udara berupa asap yang berasal dari tempat pembakaran arang.

Ia mendesak agar dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tebo cepat tanggap menyikapi hal ini meskipun tidak ada laporan resmi dari warga yang terkena dampak Tungku arang tersebut.

"Dinas LH Tebo kita minta untuk sidak ke lokasi Tungku Arang, karena Tungku arang ini cukup berbahaya bagi keselamatan warga apabila usaha Tungku arang ini berdiri ditengah-tengah pemukiman padat penduduk," tukas Husni. (crew)

Related News