PT LAJ & PT WW Berkomitmen Untuk Membina Petani Karet Lokal

TEBOONLINE.COM – Tim Resolusi konflik PT Lestari Asri Jaya (PT LAJ) dan PT Wanamukti Wisesa (PT WW) yang beberapa pekan lalu telah dikukuhkan oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, saat ini telah menjalankan fungsinya. 

Disela-sela acara sosialisasi yang dilaksanakan di Pendopo Rumdin Bupati Tebo Tebo, Widyarsono, Government Relation General Manajer menjelaskan kepada Teboonline.com bahwa PT LAJ dan PT WW telah melaksanakan studi pemetaan potensi dan resolusi konflik dengan bantuan konsultan Wahana Aksara. 

Selanjutnya,  hasil studi lapangan tersebut telah dipaparkan didepan Dirjen PHPL dan kemudian Kementerian KLHK membentuk Tim Resolusi Konflik (TRK) melalui SK Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi. 

Sosialisasi pemetaan potensi dan resolusi konflik yang dilaksanakan saat ini adalah bagian dari agenda kerja Tim TRK sekaligus sebagai lanjutan dari FGD yang pernah dilakukan di Polres Tebo pada bulan April lalu, sambungnya.

Widyarsono juga mengungkapkan bahwa konflik di PT LAJ & PT WW yang terjadi dilapangan mayoritas adalah persoalan lahan terkait penguasaan lahan oleh masyarakat didalam konsesi PT LAJ. 

Dalam hal ini ada 3 kategori penguasaan lahan dalam konsesi PT LAJ & PT WW,  yaitu kategori A kurang dari 10 Ha oleh petani lokal, kategori B 10 sampai dengan 20 Ha oleh spekulan lahan dan kategori C diatas 20 Ha oleh para pemodal dari luar. 

Pada kesempatan tersebut Widyarsono menyampaikan himbauan kepada para penggarap lahan katagori B dan lahan katagori C agar segera mengembalikan lahan kepada perusahaan dan perusahaan akan membayar kompensasi taliasih sesuai standart yang sudah ditetapkan. 

“Kita (PT LAJ & PT WW) sudah berkomitmen untuk memberikan pembinaan kepada penguasaan lahan oleh masyarakat katagori A, yaitu lahan kebun karet kurang dari 10 Ha yang diusahakan sebagai sumber penghidupan dan dikelola dengan baik dan betul-betul untuk penghidupannya (Masyarakat_red). (crew)

Related News