Launching Tim Resolusi konflik PT LAJ & PT Wanamukti Wisesa, Sukses Digelar

Direktur PT LAJ Meizani Irmadhiany jadi narasumber pada Talk Show pada pengukuhan Tim Resolusi konflik PT LAJ dan PT Wanamukti Wisesa yang digelar di hotel Aston Jambi, Senin (20/08/2018). 
TEBOONLINE.COM - Direktur Usaha Jasa Lingkungan dan HHBK Ir. Djohan Utama Perbatasari mewakili Dirjen Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL) secara langsung membuka Launching pembentukan tim Resolusi konflik PT LAJ dan PT Wanamukti Wisesa di Room Aston Hotel Jambi, Senin pagi (20/08/2018).

Kemudian dilanjutkan dengan pemberian SK tim resolusi konflik kepada anggota tim resolusi konflik yang baru saja dikukuhkan. Hadir pada acara ini Direktur PT LAJ Meizani Irmadhiany, Plt Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi Ir Erizal, Kepala BPHP Jambi, Kepala Balai GAKKUM Sumatera, Kepala Balai PSKL wilayah Sumatera, Kepala KPHP Tebo Barat dan jajaran manajemen serta unsur pimpinan PT LAJ dan PT Wanamukti Wisesa.
Dirjen PHPL Djohan Utama Perbatasari memberikan SK kepada tim resolusi konflik. 


Hadir pula Kapolres Tebo AKBP Zainal Arrahman, Asisten I Bupati Tebo Amsiridin, Kepala Dukcapil Tebo Prayitno mewakili Bupati Tebo, Kepala kantor Kesbangpolinmas Kabupaten Tebo Eryanto, Lembaga Adat Tebo, Camat Sumay dan Camat Serai Serumpun serta WARSI.

Unsur pemerintah provinsi Jambi dan unsur pimpinan PT LAJ yang hadir. 

Pada kesempatan itu pula, Dirjen PHPL memberikan SK kepada tim resolusi konflik yang baru saja dibentuk dimana tim ini terdiri dari gabungan Pemerintah provinsi dan pemerintah Kabupaten.

Pada sambutannya, Djohan menyampaikan bahwa konflik sosial dalam pemanfaatan hasil hutan telah menjadi fenomenal umum yang dapat mengganggu, untuk penyelesaian konflik perlu kerja sama antara perusahaan dengan pemerintah dan masyarakat, perlu resolusi konflik dan wajib dilaksanakan oleh pemegang Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPH-HK) dalam hutan produksi, pembentukan resolusi konflik ini merupakan tindak lanjut dari pemetaan konflik yang dilakukan oleh PT LAJ dan PT Wanamukti Wisesa.
Pejabat Pemkab Tebo yang menghadiri undangan pengukuhan Tim Resolusi konflik. 


"Tim resolusi konflik ini gabungan pemerintah provinsi dan daerah. Setelah Launching, diharapkan tim Resolusi konflik ini diharapkan dapat dilaksanakan dan dapat tercapai targetnya dan hasil kerja tim ini mendapatkan apa yang menjadi skala prioritas dan bagaimana cara menyelesaikannya dan ini bisa menjadi pembelajaran bagi tim," kata Djohan Utama Perbatasari dihadapan undangan.
Poto bersama pimpinan PT LAJ, Kapolres Tebo AKBP Zainal Arrahman, Dirjen PHPL, pejabat Pemda Tebo dan Propinsi. 


Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi Ir Erizal dalam sambutannya mengucapkan selamat atas Launching tim resolusi konflik PT LAJ dan PT Wanamukti Wisesa. Katanya, konflik lahan menjadi fenomenal semua perusahaan di Indonesia, kepada pemegang IUPH-HK harus mencari solusi karena resolusi konflik ini dibentuk bertujuan untuk mengetahui peta konflik.
Kapolres Tebo AKBP Zainal Arrahman turut hadir. 


Sementara, Bupati Tebo H Sukandar yang diwakili Prayitno Kadis Dukcapil Tebo yang juga sebagai narasumber pada sesi Talk Show acara tersebut mengatakan bahwa selama ini sudah ada peran pemerintah dalam upaya penyelesaian konflik dan pencegahan. Izin PT LAJ dari tahun 2010, tak kurang-kurang Pemda Tebo lakukan pencegahan konflik.
Dirjen PHPL Djohan Utama Perbatasari memberikan sambutan sekaligus membuka Launching pembentukan tim Resolusi konflik. 


Pada penanganan konflik sosial ini kata Prayitno, Bupati Tebo sudah membentuk tim terpadu dengan membuat peraturan. Pemda sudah melakukan beberapa kegiatan seperti negosiasi, mediasi dengan kelompok masyarakat yang mengadukan konflik dengan PT LAJ dan penyelesaiannya dengan cara FGD.

"Dari Pemda inginkan proses musyawarah mufakat dengan tidak saling merugikan, makanya dengan pembentukan tim Resolusi ini pemda mendukung. Saran dari Pemda, kami sepakat dan mendukung dilakukannya pemetaan lokasi konflik karena ini bisa menjadi bahan resolusi konflik," kata Prayitno.

Prayitno pun berharap agar pemetaan lokasi konflik ini dengan tingkat yang mendetail atau pertapak sehingga dapat memberikan akurasi data sehingga tidak berdasarkan klaim - klaim saja, detail kasus perkasus. Buat Pola mitra dengan petani yang mau mengembangkan usaha, komunikasi sosial dengan semua pihak," pungkas Prayitno mantan Kadis Kehutanan Kabupaten Tebo ini.

Pantauan Teboonline.com, pada akhir Launching Tim Resolusi konflik digelar Talk Show yang diawali presentase oleh Direktur PT LAJ Meizani Irmadhiany. Pada Talk Show tersebut membedah soal strategi mengatasi konflik. Para undangan pun antusias tanya jawab dengan para nara sumber. (crew)



Related News