WargaNet Sebut Pelayanan Dinas Dukcapil Tebo, Bobrok

Ilustrasi. 
TEBOONLINE.COM - Salah seorang WargaNet mengeluhlan tentang pelayanan kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Tebo.

Keluhan tersebut disampaikan pada akun Facebooknya atas nama Abdul Murad pada 18 Juli 2018 pukul 08.15 wib.

"YA Allah perbaikilah Kinerja  pimpinan DuK CaPiL kab Tebo," demikian postingannya. postingan akun Facebook Abdul Murad ini pun viral di medsos dengan mendapatkan 23 like dari WargaNet lainnya.

WargaNet yang penasaran pun ada yang bertanya tentang pelayanan apa yang dikeluhkannya pada dinas Dukcapil Tebo. Seperti akun Facebook Supri Yadi Oke, "Contohnya kando, dalam pembuatan apo gitu," tanyanya dalam kolom komentar.

Abdul Murad pun menjawab, "Supri Yadi Oke knd msk kan bahan akte anak 1 bulan sebelum puasa  sampai selasa  kmrn  bulum jg selesai," tulisnya.
Asrijal, WargaNet lainnya pun ikut berkomentar, "Walahhh tekhnologi dah maju.. d sungai penuh 10 menit nunggu dah  slsai..hebatkaaan..," tulisnya.

Kesimpulannya, Abdul Murad ini mengeluhkan lamanya proses pembuatan Akta Kelahiran anak yang memakan waktu sampai satu bulan lamanya tak kunjung siap. 

Sementara itu, keluhan serupa yang dirasakan oleh warga lainnya terhadap pelayanan kantor Dinas Dukcapil Kabupaten Tebo pun disampaikan pada Teboonline.com. Fudillah, warga desa Perintis Kecamatan Rimbo Bujang ini mengaku kecewa terhadap kinerja pegawai dinas Dukcapil Tebo yang melayani pembuatan KK.

"Saya memasukan berkas persyaratan pembuatan KK dimasukan dalam Map sebelum bulan puasa Juni kemarin ini di kantor Dukcapil Tebo, sama pegawai yang melayani itu, saya disuruh datang lagi minggu depan. Saat saya datang lagi menanyakan sudah jadi apa belum, dengan seenaknya saja pegawai yang saya temui itu bilang kalau berkas pembuatan KK saya itu hilang dan akhirnya saya tidak dapat KK baru," aku Fudillah pada Teboonline.com.

Kata Fudillah, pihak Dukcapil Tebo pun tidak mau bertanggung jawab ketika dirinya meminta pertanggungjawaban atas kehilangan berkas pembuatan KK tersebut.

"Saya menderita kerugian besar, pertama surat rekomendasi pindah saya dari Dharmasraya ke Kabupaten Tebo hilang dan saya sempat minta lagi ke Dharmasraya, tapi tidak dikasih lagi rekomendasi karena data - data identitas saya sudah tidak ada lagi disana," tuturnya lagi.

Kemudian imbuhnya, KK induk asli milik mertuanya juga ikut hilang karena nama istrinya akan dikeluarkan atau dipecah dari KK induk tersebut dan rencananya akan buat KK baru lagi karena ia dan istrinya belum lama ini menikah dan harus punya KK sendiri.

"Masak berkas - berkas di kantor bisa hilang, kan amburadul kinerjanya. Yang hilang berkasnya seperti ini bukan saya aja, teman - teman saya juga ngadu ke saya kalau sewaktu ngurus buat E-KTP di Dukcapil Tebo, juga hilang berkasnya waktu dikumpulkan disana," tutupnya. (crew)

Related News