SAD Terancam Tak Bisa Gunakan Hak Suaranya di Pilpres, Temenggung Pasendi: Puluhan tahun sudah hidup menetap, satupun kami tak ada yang punya identitas

Ilustrasi. 
TEBOONLINE.COM - Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019 sudah diambang pintu, peran serta daerah turut mensukseskan pesta demokrasi tersebut adalah dengan cara melakukan pencapaian target perekaman E-KTP terhadap wajib E-KTP.

Salah satunya adalah Kabupaten Tebo provinsi Jambi, ternyata masih banyak Warga Suku Anak Dalam (SAD) Di Kabupaten Tebo yang belum mempunyai E-KTP, salah satunya warga Suku Anak Dalam (SAD) yang berada di Kecamatan Tebo Ilir.

Warga Suku Anak Dalam (SAD) yang berada di Kecamatan Tebo Ilir ini berjumlah 14 Kepala Keluarga (KK). Mereka mengeluhkan belum adanya Kepemilikan Surat Tanda Kependudukan, seperti KK, KTP dan Kartu identitas lainnya.

Padahal warga Suku Anak Dalam yang berada di Kecamatan Tebo Ilir, tepatnya di desa Teluk Rendah sudah puluhan tahun hidup menetap, sampai saat ini belum ada identitas diri yang dimiliki Suku Anak Dalam, dan artinya warga Suku Anak Dalam ini terancam tidak mempunyai Hak suara pada pemilu 2019 nanti.

"Satupun kami tidak mempunyai identitas, dan pada 2019 nanti kami yang tergabung dalam Suku Anak Dalam di Kecamatan Tebo Ilir tidak mempunyai hak suara pada pemilihan nanti," ungkap Pasendi, selaku temenggung dikelompok SAD tersebut.

Pasendi juga mengharapkan, kepada Pemerintah Kabupaten Tebo memperhatikan warga Suku Anak Dalam yang saat ini masih banyak yang belum mempunyai identitas diri.

"Kami berharap agar Pemerintah juga memperhatikan kami, agar kami mempunyai hak suara dalam pemilu 2019 nanti," harap Pasendi.

Sementara itu, dari data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Tebo, hingga kini ada 156 warga Suku Anak Dalam yang sudah mempunyai E-Ktp dari berbagai wilayah, seperti wilayah Muara Tabir dengan jumlah KK 136 orang wajib ektp 191 orang.

Sementara, wilayah Kecamatan Tengah Ilir dengan jumlah KK sebanyak 39 orang dengan wajib e-ktp 68 orang, dan wilayah VII Koto Ilir dengan jumlah KK 15 wajib ktp 27 orang. Dari data tersebut, ternyata masih banyak warga Suku Anak Dalam (SAD) yang belum memiliki E-ktp.

Sementara, untuk di wilayah Tebo Ilir dengan Jumlah KK 15 orang, belum ada satu orangpun yang memiliki E-Ktp. (crew)

Related News