Parah... Oknum Tenaga Pendamping Desa di Tebo Ulu, Diduga Minta Jatah Proyek Dari Desa

TEBOONLINE.COM - Presiden RI Joko Widodo mewanti - wanti kepada semua pihak yang terlibat dalam hal penggunaan Dana Desa, agar dalam pengelolaan Dana Desa harus sesuai dengan tata cara pengelolaannya dan yang berperan didalamnya harus bekerja sesuai dengan Tupoksinya agar tidak terjadi penyelewengan Dana Desa.

Yang paling kompeten didalamnya adalah Tenaga Pendamping Desa, tim ini harus mampu mendampingi desa dalam rangka memberdayakan dana desa secara maksimal dan sebagai upaya mencegah penyelewengan dana desa.

Namun, lain pula yang terjadi pada tim pendamping desa di Kecamatan Tebo Ulu Kabupaten Tebo provinsi Jambi. Disana ada salah satu oknum Tenaga Pendamping Desa yang memanfaatkan kapasitasnya tersebut untuk meminta jatah proyek dari Dana Desa  ke desa - desa yang menjadi desa binaannya.

Dugaan oknum Tenaga Pendamping Desa Kecamatan Tebo Ulu minta - minta jatah proyek ini diperkuat dengan pengakuan yang bersangkutan kepada Teboonline.com.

Sebelumnya, Teboonline.com mendapatkan isu tersebut hingga akhirnya saat mengkonfirmasikan isu tersebut kepada yang bersangkutan, Teboonline.com pun akhirnya mendapatkan jawaban.

"Yo benar sayo yang ngerjakan pembukaan jalan baru di desa itu sepanjang 1,5 km," ujar oknum Tenaga Pendamping Desa berinisial DS aliasYN saat dikonfirmasi Teboonline.com beberapa waktu yang lalu.

Ia juga mengakui bahwa dirinya sudah menerima uang muka atau DP sebesar Rp 20 juta dari nilai proyek Dana Desa untuk pembukaan jalan baru senilai Rp 50 juta dari salah satu desa.

Kabar terakhir pula yang diterima Teboonline.com, pekerjaan tersebut sekarang sudah selesai.
Diperoleh keterangan pula darinya bahwa tidak hanya satu desa yang dikerjakannya, desa lainpun ia garap.

Istilahnya, ia kerap minta jatah proyek Dana Desa di desa yang menjadi wilayah binaannya. Seperti itulah dugaan oknum Tenaga Pendamping Desa di Tebo Ulu yang nyambi jadi kontraktor Proyek dana desa.

Sementara, Husein salah seorang aktivis Jambi mengomentari terkait adanya oknum Tenaga Pendamping Desa yang minta jatah proyek Dana Desa dari Kades, katanya bahwa Oknum itu bakal kena sangsi berat berupa pemecatan.

"Tenaga Pendamping Desa dilarang minta jatah proyek atau jadi kontraktor yang mengerjakan proyek dana desa, itu sudah melenceng jauh kalau dia minta jatah proyek sama Kades. Kasus ini akan kita laporkan ke Kementerian Desa dan PDTT agar ditindak lanjuti," tegas Husein pada Teboonline.com, Rabu (25/07/2018). (crew)

Related News