Melanggar Perda Tebo, Afriansyah: Status Suranto Sebagai Calon Kades Giriwinangun Terpilih, Bisa Gugur

TEBOONLINE.COM - Berpedoman kepada Peraturan Daerah (Perda) Tebo No 1 tahun 2016, Suranto calon Kades terpilih desa Giriwinangun Kecamatan Rimbo Ilir Kabupaten Tebo provinsi Jambi, statusnya sebagai calon Kades terpilih tersebut bisa gugur.

Berdasarkan Pasal 28 ayat 1 Perda Tebo Nomor 1 tahun 2016 tentang tata cara pemilihan, laporan, pemberhentian, pelantikan Kepala Desa dan Pengangkatan Penjabat Kepala Desa, menyatakan pegawai tidak tetap pada instansi pemerintahan dan karyawan Badan Usaha Milik Negara/Daerah/Swasta yang mencalonkan diri dalam pemilihan Kepala Desa, harus mendapat izin tertulis dari pimpinannya dan pernyataan akan mengundurkan diri jika terpilih jadi Kepala Desa secara tertulis dibubuhi materai 6000 dan diketahui pimpinannya sebelum pendaftaran.

Pada saat melakukan pendaftaran sebagai bakal calon Kades Giriwinangun, Suranto merupakan pengurus Parpol yang masih aktif yaitu sebagai Ketua PAC PDIP Kecamatan Rimbo Ilir dan Suranto tidak ada melampirkan surat pengunduran diri dari pengurus Parpol pada berkas pencalonannya tersebut kepada panitia Pilkades.

Sesuai aturan yang tertuang pada Perda Tebo diatas, Suranto harus terlebih dahulu mengundurkan diri dari pengurus Parpol sebelum melakukan pendaftaran ke panitia Pilkades dan surat tersebut harus disertakan pada berkas pencalonannya yang diserahkan kepada panitia Pilkades.

Syarat itu pun juga dibuat oleh panitia Pilkades yang harus diikuti oleh seluruh bakal calon Kades yang berasal dari pengurus Parpol.

"Secara hukum jika mengacu kepada Perda Tebo, status Suranto sebagai calon Kades terpilih itu bisa gugur secara otomatis karena dia sudah melanggar Perda," ungkap Afriansyah, salah satu aktifis di Kabupaten Tebo menyampaikan pandangannya tentang Pilkades Giriwinangun pada Teboonline.com, Kamis (19/07/2018).

Maju mundurnya atau tegak tidaknya Perda Tebo yang sudah dibuat dan disahkan melalui sidang istimewa Paripurna DPRD Kabupaten Tebo, tergantung kepada pihak terkait seperti panitia Pilkades itu sendiri dan pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Tebo dalam hal ini Badan PMPD Kabupaten Tebo.

"Pemerintah dalam hal ini sebagai penyelenggara Pilkades, kalau mereka benar-benar menjalankan Perda itu, jelas gugur status Suranto sebagai calon Kades terpilih," sebutnya lagi.

Namun ia berpandangan terhadap persoalan ini, pihak terkait akan menutup mata karena mereka tidak mau menambah kerjaan ekstra dengan akan menggugurkan Suranto. Bisa dipastikan, Suranto pun tidak akan tinggal diam jika ia digugurkan karena Suranto sudah bersusah payah untuk unggul pada Pilkades.

"Kalau tidak dijalankan Perda Tebo itu pada Pilkades Giriwinangun, untuk apa dibuat, sementara calon Kades di desa lain yang calonnya berasal dari pengurus Parpol, mereka diminta untuk melampirkan surat pengunduran diri," tutup Afriansyah. (crew)






Related News