Dinas Pendidikan Tebo Terapkan Penerimaan Siswa Baru Sistem Zonasi, PPDB Tak Perlu Sistem Online

Ilustrasi. 
TEBOONLINE.COM - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran baru 2018 - 2019  di Kabupaten Tebo sudah dimulai sejak 2 Juli dan akan berakhir pada 7 Juli mendatang. Sistem PPDB, pihak sekolah ada yang menerapkan sistem Offline dan sistem Online.

Pantauan Teboonline.com, sekolah yang menggunakan PPDB sistem Online dapat dihitung dengan jari dan PPDB sistem Offline lebih cenderung masih digunakan oleh sekolah untuk menerima siswa baru.

Salah satu contoh sekolah tingkat SMA yang menggunakan PPDB sistem Online adalah SMK N 2 Kabupaten Tebo. Untuk tingkat SMP yaitu SMPN 3 Kabupaten Tebo. Untuk SMK ini, PPDB Online dikelola oleh dinas Provinsi dengan Website jambi.siap-ppdb.com dan website PPDB SMPN 3 Kabupaten Tebo smpn3tebo.sch.id dan dikelola sendiri oleh SMPN 3 Kabupaten Tebo.

"Ya SMKN 2 Tebo pakai sistem PPDB online, websitenya PPDB itu punya Provinsi, bukan website sekolah," ujar Sadiyo, Kepala SMKN 2 Kabupaten Tebo pada Teboonline.com.

Hal senada juga dikatakan Slamet Kepala SMPN 3 Tebo. Namun Slamet menyebutkan bahwa website yang digunakan untuk PPDB adalah website milik Sekolah dan dikelola sendiri oleh sekolah.

Sementara itu, lain pula yang disampaikan oleh Kepala SMPN 30 Kabupaten Tebo Wasit Wicaksono. Ia menyebutkan bahwa PPDB online tidak wajib dilaksanakan karena tidak ada perintah dari dinas.

Disamping kurang efektif, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo telah mengeluarkan surat keputusan tentang PPDB ini dilakukan dengan sistem Zonasi atau menerima siswa baru dengan skala prioritas domisili siswa yang dekat dengan sekolah.

"Karena sudah dibuat sistem Zonasi jadi ya tidak perlu lagi dibuat PPDB online," cetus Wasit, Kamis (05/07/2018).

Bagi siswa yang mendaftar sesuai dengan zona yang dimaksud maka siswa itu otomatis diterima di SMPN 30 Tebo. Namun, sekolah diberikan 10 % dari kuota yang ada untuk dapat menerima siswa  dari luar zona.

"Diluar zona akan diseleksi berdasarkan kompetensi siswa tersebut baik kompetensi prestasi akademik maupun non akademik atau 10% dari kuota yaitu sebanyak 13 siswa," ujar Wasit.

Kedepannya, Wasit pun berharap agar semua sekolah bisa PPDB online tapi admin dikelola satu oleh dinas pendidikan. (crew)





Related News