Aparat Tutup Mata, Tambang Emas Ilegal di dusun Empelu Bungo Menjamur. Rio: Ada 60 unit dan warga krisis air bersih

Warga Dusun Empelu terpaksa menggunakan air keruh untuk keperluan sehari - hari karena sungai sudah tercemar akibat adanya penambangan emas ilegal. 
TEBOONLINE.COM - Alangkah malangnya nasib warga desa Teluk Pandak Kecamatan Tanah Sepenggal Kabupaten Bungo Provinsi Jambi. Pasalnya, setiap hari  warga setempat mandi dan minum air keruh.

Menurut warga setempat, air keruh disebabkan karena adanya tambang emas ilegal atau Dompeng yang tidak bertangung jawab beroperasi di desa Empelu Kecamatan Tanah Sepenggal Kabupaten Bungo.

Datuk Rio Teluk Pandak Erpuadan pada Teboonline.com menyebutkan bahwa ia sebagai pimpinan desa tentu membela masyarakatnya. Lebih kurang 1500 jiwa penduduknya terkena imbas dari Tambang Emas illegal di desa Empelu.

"Saya sebagai Rio, sudah melaporkan hal ini kepada Camat, Polsek, Polres, Dinas Lingkungan Hidup dan tembusan ke Bupati Bungo, akan tetapi sampai saat ini belum ada tanggapan dan tindak lanjutnya," aku Rio ini Jumat (06/07/2018) yang sudah melaporkan aktifitas tambang emang ilegal yang sudah mencemari sarana air bersih yang setiap hari digunakan oleh warga ini.

Rio menjelaskan lagi, lebih kurang ada 60 unit dompeng yang saat ini sedang beroperasi dan selama ini pula aktifitas dompeng tersebut sepertinya tidak pernah dirazia. Akibatnya warga jadi krisis air bersih. Hal senada juga disampaikan Hermanto, warga setempat.

"Ada dugaan oknum aparat yang membekingi Tambang emas ilegal itu dan ada juga yang tukang beli, tambang emas ini tidak pernah turun razia," ungkap Hermanto warga dusun Empelu yang juga menyebut bahwa saat ini warga setempat juga krisis air bersih akibat penambangan emas ilegal. (abu)
Sungai di dusun Empelu mengeruh akibat tercemar Penambangan Emas ilegal. 

Related News