2017, Tunggakan Listrik Pemkab Tebo Belum Diselesaikan

TEBOONLINE.COM - Pemerintah Kabupaten Tebo, pertahun setidaknya harus mengalokasikan anggaran sebesar Rp 4,2 Miliar untuk memenuhi kewajiban terhadap PLN atau sebesar Rp 300 juta per bulan.

Pada tahun 2017 lalu, dari kewajiban sebesar Rp 4,2 Miliar, Pemkab Tebo masih menyisakan tunggakan sekitar 2 bulan dengan total nilai Rp 600 juta.

Agar semua kewajiban tersebut bisa diselesaikan setiap tahunnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Tebo meminta kepada Pemkab Tebo untuk menganggarkan kewajiban tersebut dalam APBD-P Tebo termasuk sisa tunggakan tahun lalu.

"Tahun 2017 masih ada 2 bulan dengan rincian Rp 300 juta perbulan, jadi ada 600 juta yang belum diselesaikan ditambah kewajiban pertahun Rp 4,2 miliar, jadi total yang harus dibayarkan sekitar Rp 4,8 miliar pada tahun 2018 ini. Kita minta agar itu diajukan pada APBD-P nanti agar tidak menjadi hutang ditahun berikutnya," ujar Syamsu Rizal, wakil Ketua DPRD Tebo, saat membacakan pandangan fraksi Demokrat terhadap nota pengantar LKPJ Keuangan Bupati Tebo 2017, pekan lalu.

Dirinya mengatakan, dengan sisa anggaran yang hanya sekitar Rp 2 miliar, maka potensi hutang Pemkab Tebo di tahun 2018 Rp 2,8 Miliar. Maka dari itu, dirinya meminta kepada Pemkab Tebo agar mengusulkan anggatan tersebut pada APBD-P 2018 agar hutang kepada PLN bisa diselesaikan.

Sementara itu, Kepala BKD Tebo, Nazar Efendi dikonfirmasi mengakui bahwa sisa anggaran untuk PLN tahun 2018 sekitar Rp 2 Miliar seperti yang disampaikan Dewan.

Namun dirinya meyakini bahwa kewajiban terhadap PLN tahun 2018 ini akan dapat diselesikan, karena Pemkab akan mengajukan penambahan anggaran tersebut di APBD-P 2018 ini.

"Penambahan anggaran itu memang akan kita usulkan di APBD-P, itu harus. Kita berkeinginan agar kewajiban itu bisa diselesaikan setiap tahunnya," ujar Nazar dikonfirmasi via telpon, Minggu (15/07/2018) . (crew)

Related News