Tuntut Bagi Hasil & Minta Pelaku Pencuri Buah Sawit Diproses, Petani Desa Tuo Ilir Geruduk PT PHK & PT MAKIN

Puluhan Petani Desa Tuo Ilir Kecamatan Tebo Ilir saat bertemu dengan perwakilan PT PHK dan PT MAKIN, kedatangan petani ini menuntut kejelasan sistem bagi hasil dengan perusahaan dan meminta agar pelaku pencurian buah sawir diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. 
TEBOONLINE.COM - Puluhan Petani Desa Tuo Ilir Kecamatan Tebo Ilir Kabupaten Tebo yang tergabung dalam Koperasi Dusun Tunas Muda, mendatangi kantor Abdeling V PT. Persada Harapan Kahuripan (PHK), Jumat (11/05/2018).

Mereka menuntut bagi hasil kepada pihak perusahaan. Selain itu, rombongan petani juga mendatangi Pabrik kelapa sawit milik PT. Makin. Selain masalah bagi hasil, petani juga meminta pihak keamanan bertindak tegas untuk pengamanan terhadap buah kelapa sawit yang sering hilang.

Salah seorang petani Desa Tuo Ilir, Sulaiman saat dikonfirmasi mengatakan, sewaktu sawit masih muda sistem bagi hasilnya lumayan tinggi, sekarang sawit sudah memasuki masa panen raya, akan tetapi bagi hasilnya sangat sedikit.

"Masak sawit sewaktu masih mudo hasilnyo tinggi, sekarang sudah memasuki panen raya hasilnyo kok sudah sedikit," terang Sulaiman.

Selain itu, penyerahan lahan ke PT. PHK pada tahun 2008 sampai 2018, sebanyak 1800 Hektar. Sementara itu, untuk yang bagi hasil baru ada sekitar 400 hektar. Sedangkan petani mendapatkan hasil di angka Rp.25.000 hingga Rp. 48.500 perbulan.

"Sudah hampir 10 tahun petani masih menderita, kalau seperti ini terus, macam mano petani mau merasakan hasil yang sempurna," ungkap Sulaiman.

Selain menanyakan hasil petani, puluhan petani yang mendatangi kantor PT. PHK tersebut mempertanyakan hasil laporan manajemen BAP seperti apa tindaklanjut dari pihak keamanan PT. PHK terkait oknum yang maling buah kelapa sawit pada tanggal 18 April 2018.

"Apapun hasilnya biar petani puas, akan tetapi kami tidak belum bisa bertemu langsung dengan pihak perkebunan," kata Sulaiman lagi.

Mengganjalnya dihati para petani, Ada kesan pembiaran terhadap pelaku tersebut. Sementara, mobil sama buah sudah diamankan oleh pihak keamanan PT. PHK, akan tetapi hanya buah kelapa sawit saja yang diamankan, sementara mobil pelaku yang sudah diamankan dilepaskan kembali,

"Kenapa mobil bersamaan dengan buah kelapa sawit sudah diamankan, akan tetapi hanya buah kelapa sawit saja yang diamankan dan mobil dilepaskan kembali, sampai sekarang beroperasi," tanya Solihin juga selaku petani kepada pihak keamanan PT. Makin Group.

Sementara itu, kepala Keamanan PT. Persada Harapan Kahuripan (PHK) Nafiz menjelaskan, manajemen tidak ada intimidasi dan di intimidasi ke pihak manapun, dan dihadapan para petani kepala keamanan juga membeberkan bukti laporan yang sudah ke pihak Hukum.

"Iya kalau masalah proses hukum sudah kita laporkan ke pihak yang berwajib, sekarang juga lagi proses, sampai anak cucunya hukum tetap berjalan," jelas Nafiz dihadapan para petani Desa Tuo Ilir.

"Kalau untuk menjawab masalah bagi hasil itu bukan hak saya, silahkan tanya ke pihak perkebunan," pungkas Nafiz. (crew)

Related News