Program Beasiswa Untuk SAD, Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti Jemput Bola Ke Tebo

TEBOONLINE.COM - Sepertinya, program beasiswa siswa untuk Suku Anak Dalam (SAD) yang diperjuangkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tebo, mulai menampakkan hasil.
Terbukti, Rabu siang (30/05/2018), dua orang pengurus Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti berkunjung ke kantor Kejari Tebo.

Kedatangan dua orang ini untuk memenuhi undangan Kajari Tebo, dengan tujuan memastikan bahwa SAD Tebo memang membutuhkan beasiswa.

“Waktu kita menawarkan ke Yayasan Pendidikan Budi Luhur Sakti agar SAD bisa dapat beasiswa, mereka sangat respon. Dan hari ini mereka datang khusus untuk memastikan kalau mereka serius ingin memberikan beasiswa untuk warga SAD,“ ujar Teguh Suhendro Kajari Tebo.

Dijelaskannya Kajari, dua orang tersebut adalah Kasih Hanggoro Ketua Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti dan Budi Darmadi legal hukum. “Beliau berdua sengaja datang ke Tebo untuk menujukan kalo mereka sirius menanggapi usulan kita kemarin,“ kata dia.

Usai memenuhi undangan Kajari Tebo, dua orang dari Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti ini silaturrahmi dan berkoordinasi dengan Sukandar Bupati Tebo.

Didampingi oleh Taguh Suhendro Kajari Tebo dan Oktaviandi Mukhlis serta Deby Erwin pendamping SAD Tebo, rombongan ini langsung disambut oleh Sukandar - Syahlan Bupati dan Wakil Bupati Tebo, di ruang kantor Bupati Tebo.

Di ruang kantornya, Sukandar menjelaskan tentang kondisi dan seberan kelompok SAD di wilayah Kabupaten Tebo. “Saya sangat terimakasih atas perhatian dari Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakit terhadap pendidikan SAD, karena SAD memang benar-benar butuh pendidikan,” kata Sukandar.

Dikatakan Sukandar, di Tebo saat ini belum ada universitas yang bonafide. Kedepannya, dia berharap kepada pihak Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti bisa membantu Pemkab Tebo membangun universitas di Tebo. “Untuk lahan bisa kita disediakan. Ada sekitar 7 hektar, lokasinya pun sangat strategis,“ kata dia.

Kasih Hanggoro, Ketua Yayasan Pendidikan Budi Luhur Sakti kepada Sukandar dan Syahlan Arfan mengungkapkan program-progam yang tengah digalakkan yayasannya.

Dijelaskannya, untuk mengemban nilai-nilai kebudiluhuran untuk membantu putra putri daerah di Indonesia, yayasannya melalu Universitas Budi Luhur membuka program beasiswa nusantara untuk suku yang ada di Indonesia.

“Program kita adalah beasiswa nusantara yang berbudiluhur,“ kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Universitas Budi Luhur Jakarta menawarkan beasiswa full untuk Suku Anak Dalam (SAD) di wilayah Kabupaten Tebo. Hal ini dikatakan langsung oleh Teguh Suhendro Kepada Kejaksaan Negeri (Kajari) Tebo, Rabu (18/042018).

Dijelaskannya, yayasan tersebut (Budi Luhur) mempunyai program Beasiswa Nusantara. Beasiswa ini diperuntukkan bagi suku terasing, terpinggirkan dan termaginal mulai dari Sabang sampai Maroke.

Di universitas tersebut, penginapan dan segala fasilitas sudah disediakan, “Pihak Universitas Budi Luhur minta paling tidak 2 orang SAD yang kuliah di tempat mereka,”ujar Kajari diruang kantornya.

Untuk mencari 2 orang warga SAD ini, Kajari Tebo langsung melakukan kordinasi dengan Oktaviandi Mukhlis pendamping SAD Tebo.

Diruang kantornya, Kajari menjadwalkan untuk turun langsung ke wilayah SAD pada Sabtu (21/04/2018). “Kita akan turun ke lokasi SAD di daerah Makekal Desa Tanah Garo Kecamatan Muara Tabir. Ini merupakan salah satu program kita yakni Jaksa Masuk Rimba, “ujar Kajari.

Ke Makekal desa Tanah Garo nanti, lanjut Kajari, pihaknya akan melibatkan Clup Motor Cross. Selain mencari dua orang warga SAD untuk mengikuti pendidikan di Universitas Budi Luhur, pada kegiatan itu dilakukan penyerahan CSR dari BNI 46 berupa buku bacaan dan peralatan belajar.

“Kordinasi terakhir sama pihak yayasan Budi Luhur, mereka ingin ikut ke Makekal. Mereka ingin melihat langsung kondisi dan kehidupan SAD disana, “ucapnya.

Selain pihak yayasan Budi Luhur, kata Kajari, pihak Pemkab Tebo juga bakal ikut kesana. Kemungkinan pak bupati langsung yang ikut,“ tutup Kajari. (crew)

Related News