Monday, May 28, 2018

WARTONO TRIYAN KUSUMA, SE. MM. 
TEBOONLINE.COM - DPRD Kabupaten Tebo akhirnya angkat bicara terkait meruncingnya tentang persoalan penempatan lokasi pembangunan Masjid Mini atau Islamic Center Kecamatan Rimbo Ulu di desa Suka Damai.

Wakil ketua DPRD Kabupaten Tebo Wartono Triyan Kusuma mengatakan bahwa pihak desa Suka Damai mestinya berpegang pada kesepakatan dan keputusan yang telah dibuat dengan warga. Sehingga aksi demonstrasi warga di kantor desa Suka Damai tidak akan terjadi seperti yang telah terjadi Senin (20/05/2018).

"Saya sangat menyayangkan tindakan pihak desa Suka Damai yang membuat keputusan sepihak dalam penempatan Islamic Center yang semestinya tidak boleh terjadi. Seharusnya pemerintah desa berpegang pada kesepakatan yang telah dibuat dengan warga. Dan ketika ada perubahan juga harus dibicarakan dulu dengan warga. Bukan seenaknya mindah - mindah tanpa diadakan rapat terlebih dahulu," sebut Wartono.

Sesuai rapat dengan masyarakat, depan arena MTQ adalah lokasi pembangunan Islamic Center. Namun, tiba - tiba pihak desa memindahkan lokasi Islamic Center didepan kantor desa Suka Damai tanpa koordinasi dengan masyarakat.

Beberapa kesimpulan pun akhirnya mencuat bahwa pemindahan ini ada kaitannya dengan dugaan penguasaan lahan Fasum oleh oknum Sekdes Suka Damai Marban. Tanah fasum tersebut berada didepan arena MTQ.

"Jika ada indikasi menguasai tanah fasum, saya minta Pemkab Tebo segera lakukan tindakan untuk mengusut tuntas. Sebab ini akan menjadi preseden buruk ke depan. Aset daerah harus harus diselamatkan," urai Mas Tono sapaannya. (crew)