PT LAJ Bakal Bina Masyarakat Yang Kuasai Lahan Dibawah 10 Hektar, Widyarsono: Lahan yang terlantar akan diambil alih oleh perusahaan

Baju kemeja biru General Manajer PT LAJ Widyarsono saat mengikuti FGD di Mapolres Tebo.  

TEBOONLINE.COM - General Manajer PT Lestari Asri Jaya (LAJ) Widyarsono disela - sela mengikuti acara Focus Group Discussion (FGD) yang digelar oleh Polres Tebo, Senin (16/04/2018) di Mapolres Tebo mengatakan bahwa digelarnya FGD ini berkat inisiatif Kapolres Tebo AKBP Budi Racmat.

Widyarsono juga menyatakan bahwa FGD ini sendiri digelar dalam kaitannya untuk menekan konflik antara masyarakat dengan perusahaan dan yang kedua memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang status daripada konsesi PT LAJ yang nota bene adalah kawasan Hutan Produksi (HP) dimana seharusnya tidak boleh ada aktifitas tanpa izin dari Pemerintah dalam hal ini Menteri Kehutanan.

Namun demikian, PT LAJ ini tidak menutup mata terhadap lahan - lahan yang memang betul - betul diusahakan oleh masyarakat untuk kehidupan mereka dan dikelola dengan baik dengan luasan maksimal 10 hektar, maka hal itu akan dilakukan pembinaan.

"Bagi masyarakat yang mengelola lahan maksimal 10 Hektar, itu akan kita lakukan pembinaan. Begitu juga bagi masyarakat yang menguasai lahan tapi ditelantarkan dan juga penguasaan - penguasaan lahan dalam skala yang dia itu ilegal, maka saya himbau kepada mereka untuk segera mengembalikan kepada perusahaan, jika tidak maka perusahaan akan melakukan upaya - upaya hukum," tegas Widiarsono.

Karena lanjutnya, langkah yang diambil PT LAJ ini memiliki landasan yang jelas sesuai UU Kehutanan nomor 41 tahun 1999 dan Peraturan Menhut dan lingkungan Hidup nomor 12 tahun 2015 dan disamping itu sesuai dengan RK PT LAJ maupun PT Wanamukti Wisesa.

Terkait pembinaan kepada masyarakat yang menguasai lahan maksimal 10 Hektar didalam wilayah konsesi, Widyarsono menjelaskan bahwa format pembinaan sedang dipersiapkan dengan tepat. Yang jelas, mereka tidak akan digusur.

Widyarsono sendiri menjelaskan bahwa pihak perusahaan yang ia pimpin ini sudah melakukan pemetaan dan inventarisasi terkait lahan yang masuk dalam konsesi PT LAJ yang dimelola oleh masyarakat dan telah melakukan sosialisasi secara simultan ke seluruh desa dan lahan - lahan yang terlantar akan diambil alih.

Terakhir Widyarsono mengungkapkan bahwa dari wilayah konsesi PT LAJ seluas 71.000 hektar, yang dikuasai masyarakat ada seluas 40 ribu hektar sendiri. Dan dari lahan 40 ribu hektar itu, 14 ribu hektar diantaranya posisi lahannya terlantar, semak belukar dan tidak dimanfaatkan. (crew)

Related News