Pekerjaan Proyek Bendungan Di Desa Napal Putih Serai Serumpun, Terkesan Amburadul

"Bendungan Desa Napal Putih Nyaris Ambruk"

Bendungan desa Napal Putih Kecamatan nyaris ambruk, diduga pekerjaannya asal jadi. 
TEBOONLINE.COM - Proyek pembangunan Bendungan di desa Napal Putih Kecamatan Serai Serumpun Kabupaten Tebo yang dikerjakan pada tahun 2017 lalu, pekerjaannya terkesan dilakukan asal jadi atau amburadul. Diketahui, proyek tersebut dialokasikan dari anggaran ADD/DD.

Pasalnya, Bendungan atau yang biasa disebut Dam ini panjangnya sekitar 8 meter dengan ketinggian kurang lebih 4 meter, kondisinya sangat memperihatinkan karena posisinya sudah tidak kokoh lagi untuk menampung debit air yang dibendung tersebut. Padahal, Bendungan tersebut baru selesai dibangun.

Terlihat dari arah jalan, ada empat buah Pasak Bumi yang terpasang untuk menyangga Bendungan tersebut. Menurut warga yang bertempat tinggal disekitar Bendungan tersebut mengatakan bahwa Bendungan tersebut saat ini posisinya miring dari posisi awal dibangun karena Bendungan tersebut tidak mampu menampung debit air yang dibendung.

Oleh pekerja yang membangun Bendungan tersebut, Dam tersebut dipasang Pasak Bumi sebagai penyangga agar Dam tersebut tidak roboh terbawa arus air.

"Bendungan itu kemarin mau roboh, terus samo yang membangun dipasang Pasak Bumi sisa dari Material pembangunan jembatan, kalau dak dipasang pasak bumi, Bendungan itu sudah pasti hanyut ke bawa air," ungkap warga setempat pada Teboonline.com, Minggu (01/04/2018).

Menurut warga yang enggan disebutkan namanya ini menyatakan bahwa pemborong yang mengerjakan proyek pembangunan Bendungan desa Napal Putih ini tidak memperhatikan kualitas, tapi lebih mementingkan keuntungan pribadi.

Tidak hanya itu saja, yang semakin memperlihatkan kalau pekerjaan tersebut amburadul adalah pada pembangunan dinding kolam Bendungan tersebut yang panjangnya kurang lebih 150 meter.

Dinding kolam yang menyerupai cor turab tersebut pada bagian atasnya masih terlihat anyaman besi sehingga menunjukkan bahwa proyek Bendungan tersebut belum 100 % selesai dikerjakan, tapi sudah ditinggalkan oleh pemborongnya.

"Besi coran kolam Bendungan ini nongol - nongol, ini bisa membahayakan keselamatan nyawa orang, sementara letaknya ini didepan rumah warga, banyak anak-anak lagi," ujar warga ini lagi.

Kemudian, pagar besi yang berada di Pangkal Bendungan juga sudah ambruk. Warga ini berharap agar pihak terkait seperti penegak hukum maupun inspektorat untuk cek ke lokasi untuk mengetahui tentang serapan anggarannya.

"Saya berharap agar penegak hukum turun ke lokasi, intinya meluruskan apabila ada yang menduga kalau dalam proyek Bendungan Napal Putih ini ada indikasi korupsi," pungkasnya. (crew)

Related News