Jaksa Mulai Lirik Tunggakan Royalti Ruko Pasar Sarinah Rimbo Bujang

Salah satu bangunan Ruko yang berdiri diatas tanah Pemda Tebo, Ruko ini dibangun oleh kontraktor. 
TEBOONLINE.COM - Belum lama ini, pihak Kejaksaan Negeri Tebo melakukan pemanggilan terhadap sejumlah pejabat tinggi Dinas Disperindag Naker Tebo. Sempat menjadi pertanyaan diberbagai kalangan tentang adanya pemanggilan tersebut. Namun, saat ini terjawab sudah.

Menurut informasi, pemanggilan tersebut diduga terkait Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari royalti Hak Guna Bangunan (HGU) milik Pemkab Tebo.

HGU ini dikelola oleh pihak ketiga dengan cara membangun rumah dan toko (ruko) dilokasi atau tanah milik Pemkab Tebo. Untuk royalti dikelola oleh Dinas Pasar yang saat ini dikelola Bidang Pasar di Dinas Perindag Naker Tebo.

Selanjutnya, informasi yang didapat menyebutkan jika ada temuan atau sekitar Rp 600 juta terkait royalti tersebut. Parahnya lagi, ada sekitar seratus lebih bangunan ruko yang dibangun dari tahun 2009, hingga saat ini belum ditentukan besaran royaltinya.

Terkait dugaan kasus ini, ada tiga perusahaan yang bakal dilidik oleh tim penyidik Kejari Tebo. Dua dari tiga perusahaan tersebut, hari ini dipanggil oleh penyidik untuk melengkapi keterangan.

Efan Apturedi Kasi Pidsus Kejari Tebo dikonfirmasi sejumlah wartawan membenarkan atas pemanggilan dua perusahaan tersebut. “Benar, kita ada manggil dua perusahaan. Jadwalnya pukul 09.00 Wib tapi sampai sekarang, pukul 14.32 Wib belum juga hadir,” kata Kasi Pidsus Kejari Tebo saat dijumpai di ruang kerjanya.

Ditanya terkait penanganan kasus apa, Kasi Pidsus enggan berkomentar. “Nanti saja tunggu perkembangannya baru kita ekspose,“ tutupnya.

Diduga kuat, dua perusahaan yang mangkir dari pemanggilan tersebut adalah PT BAS dan PT MAN. Pemanggilan ini terkait pembangunan ruko pada Pasar Sarinah Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo. (crew)

Related News