Alammak... Kades Tambun Arang Pecat 2 Guru Ngaji Dengan Sepihak

Surat Keputusan Kades Tambun Arang tentang pemberhentian dua orang Guru Ngaji. 
TEBOONLINE.COM - Madrasah Diniyah Taman Anak (MDTA) Nurul Islam Dusun Pauh Lembak desa Tambun Arang Kecamatan Sumay, kini tak lagi tampak seperti biasanya. Tidak ada lagi kegiatan santri yang mengaji seperti hari - hari biasanya yang buka pada pukul 14.00 wib dan berakhir pukul 17.00 wib.

Kemudian, kegiatan anak - anak yang mengaji Ba'da Magrib di Masjid Nurul Iman pun mulai berkurang paska dipecatnya 2 orang Guru ngaji. Berdasarkan informasi yang didapat Teboonline.com menyebutkan bahwa dua orang Guru Ngaji tersebut adalah Nikmatinnur dan Abdul Halim Haviz.

Mereka dipecat oleh Kades Tambun Arang Mardiana dengan surat Keputusan Kepala Desa diantaranya surat nomor 08 tahun 2018 tanggal 23 Maret dan nomor 09 tanggal 23 Maret tahun 2018 tentang pemberhentian Abdul Halim Haviz dari Guru ngaji malam di Masjid Nurul Iman dan Guru MDTA Nurul Islam.

Kemudian surat nomor 10 Tahun 2018 tanggal 23 Maret tentang pemberhentian Nikmatinnur sebagai Guru MDTA Nurul Islam. Menurut tokoh masyarakat desa Tambun Arang, Ilyas mengatakan bahwa pemecatan dua orang Guru ngaji tersebut dilakukan secara sepihak.

"Sekarang anak - anak tidak bisa lagi ngaji karena Guru Ngajinya dipecat samo Kades Mardiana, padahal Guru ngaji yang dipecat ini tidak punya masalah sama sekali baik itu di lingkungan maupun di Pemerintahan, pemecatan ini sepihak dan sikap Kades ini sangat otoriter dan arogan, tidak pro rakyat" tegas Ilyas pada Teboonline.com, Senin (9/4/2018).

Ia berharap kepada Pemerintah agar segera menonaktifkan Kades Mardiana dan kepada pihak terkait untuk segera menindaklanjuti laporan masyarakat. Karena menurutnya, pemecatan Guru ngaji ini dapat menciptakan desa Tambun Arang tidak kondusif dan membuat orang tua kuatir karena tidak ada lagi Guru ngaji yang mengajar anak - anak mengaji.

Sementara itu, terkait hal ini Kades Tambun Arang Mardiana saat dikonfirmasi terkait hal itu mengatakan bahwa pemecatan ini berdasarkan laporan dari Kepala Sekolah. "Pemecatan ini karena ada laporan dari Kepala Sekolah," ujar Mardiana via HP.  (crew)

Related News