Wooow... Tambun Arang Memanas, Kades & Warga Saling Lapor

TEBOONLINE.COM - Desa Tambun Arang Kecamatan Sumay, paska lengsernya Abdul Halim Havis dari Jabatan Kades yang dicopot akibat dugaan skandal korupsi, digantikan oleh rivalnya yakni Mardiana.

Kurang lebih satu tahun kepemimpinan Mardiana dalam menjalankan roda pemerintahan, situasi pun mulai menampakan gejala yang mengarah kepada perseteruan antara Kades Mardiana dengan sekelompok warga yang menuding Kades Mardiana melakukan tindakan penyelewengan dan penyimpangan ke Kejaksaan Negeri Tebo.

Tak terima dengan laporan itu, Kades Mardiana pun melakukan Manufer dengan melaporkan beberapa orang yang dianggap sebagai provokator menggerakkan warga yang membuat laporan ke Kejaksaan Negeri Tebo tersebut ke Polres Tebo dengan dalih pencemaran nama baik.

Seperti pada laman Facebooknya yang diunggahnya pada hari ini Selasa (27/3/2018) dengan acount Dian Dia Bae berada di Polres Tebo. Akun FB Kades Mardiana ini menulis Alhamdulilla.. Laporan pencemaran nama baik saya di tindak lanjuti. #MENGUAK FAKTA. - di Polres Tebo.

Sebelumnya, Kades Tambun Arang Mardiana saat dikonfirmasi Teboonline.com membenarkan bahwa ia melaporkan warganya ke Mapolres Tebo terkait pencemaran nama baik dirinya. Ada 5 orang terlapor diantaranya Lukman, ilyas, M yusar, Mijit, Efi Joko.

"Ya benar, saya buat laporan pencemaran nama baik ke Polres Tebo. Untuk laporan yang dibuat ke Kejaksaan Negeri Tebo tentang saya itu semuanya tidak benar," ujar Dian sapaannya via HP beberapa waktu yang lalu

Sementara sebelumnya, perwakilan masyarakat Desa Tambun Arang Kecamatan Sumay, Tebo, pekan pertama bulan Maret 2018, mendatangi gedung Kejakasaan Negeri (Kejari) Tebo. Masyarakat Desa Tambun Arang ini melaporkan dugaan penyelewengan dan penyalahgunaan Dana Desa yang dilakukan oleh Mardiana selaku Kepala Desa Tambun Arang beserta perangkatnya.

Laporan pengaduan yang dilayangkan 5 Maret 2018 ini diantarkan langsung oleh beberapa perwakilan masyarakat Desa Tambun Arang dan laporan langsung diterima oleh pihak Kejari Tebo.

Dalam laporan pengaduan tersebut, selain menduga telah terjadi penyelewengan dan penyalahgunaan Dana Desa, Kepala Desa Mardiana alias Dian juga diduga telah memalsukan dokumen Ijazah Paket B yang digunakan Dian.

"Kami menyampaikan ada 7 Point dugaan kesalahan yang dilakukan Kepala Desa Mardiana," terang salah satu warga Tambun Arang.

Tujuh poit tersebut adalah, Dugaan Pemalsuan Ijazah Paket B, Sisa kelebihan (Silpa) anggaran tahun lalu sebesar Rp 90.364.369, Bantuan Keuangan Provinsi ke Desa (BKPDK) Rp 60.000.000, Dana Bagi Hasil Pajak (DBHP) Rp 29.590.000.

"Selain itu, kita juga mempertanyakan Sisa Realisasi Dana Desa (DD) Tahap I, Pembangunan Rabat Betton dana DD tahap II sepanjang 670 meter, dan diduga pengerjaannya hanya 400 meter, dan semua dana tersebut dicairkan tanpa melibatkan masyarakat dan tidak dimusyawarahkan dengan masyarakat," ungkap warga dihadapan pihak Kejaksaan Negeri Tebo.

Warga menuding, apa yang dilakukan Mardiana bersama kroninya telah merugikan masyarakat, karena apa yang dikerjakan Mardiana dan kroninya hanya untuk keuntungan pribadi bukan untuk warga Desa Tambun Arang.

Kepala Kejaksaan Negeri Tebo melalui Kasi Intel, Agus Sukandra, SH membenarkan masuknya laporan pengaduan masyarakat Desa Tambun Arang kemeja Kejaksaan Negeri Tebo.

"Benar, ada beberapa perwakilan warga Desa Tambun Arang yang menyerahkan bundelan pengaduan tentang dugaan penyelewengan dan pemalsuan Ijazah yang dilakukan Kepala Desa Tambun Arang kecamatan Sumay," tegas Agus Sunaryo yang mengaku menerima sendiri pengaduan tersebut.

Agus juga menyebutkan, kalau laporan warga Tambun Arang ini ditebuskan ke Presiden RI, KPK, Kejaksaan Agung, Mabes Polri, Polda Jambi, Kejati Jambi, Pores Tebo dan Kejari Tebo. (crew)

Related News