Warsito Kembali Dijebloskan Ke Penjara Setelah Divonis Bebas PN Tebo

TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Masih ingat dengan kasus ilegal loging tahun 2017 lalu. Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tebo yang diketuai Riki memvonis bebas terdakwa Warsito dan Zulkipli pada kasus tindak pidana kehutanan tersebut. Atas vonis bebas tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tebo merasa keberatan dan mengajukan kasasi ke MA.

Kasasi JPU ini akhirnya diterima oleh MA. Warsito Bin Gasiman dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman selama 1 tahun penjara dan denda Rp 500 juta.

“Amar putusan terbukti Warsito bersalah dengan sengaja melawan hukum. Dia dengan sengaja mengangkut kayu hasil hutan tanpa disertai surat keterangan yang sah,” ungkap Nursolikhin Kasi Pidum Kejari Tebo, Jumat (2/2/2018).

“Atas kesalahannya, dia (Warsito_red) dijatuhi hukuman 1 tahun penjara dan denda 500 juta. Apabila denda tidak dibayar, hukumnya ditambah 1 bulan penjara,“ kata Kasi Pidum lagi.

Untuk menjalani amar putusan ini, lanjut Nursolikhin, pihaknya mengeksekusi terdakwa. Dan kemudian terdakwa dibawa ke Lapas Tebo untuk menjalani hukumannya.

“Yang bersangkutan kooperatif datang langsung ke kantor (Kejari Tebo). Yang bersangkutan juga bersedia menjalani eksekusi. Sekitar pukul 11.30 Wib tadi bersangkutan kita antar ke Lapas Tebo untuk menjalani hukumannya,“ tutup Nursolikhin yang memimpin eksekusi tersebut dan didampingi jaksa yang menanggani perkara itu.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tebo yang diketuai Riki memvonis bebas terdakwa Warsito dan Zulkipli pada kasus tindak pidana kehutanan. Atas vonis bebas tersebut JPU merasa keberatan dan bakal mengajukan kasasi ke MA.

Zainal, JPU Kejaksaan Tebo mengungkapkan keterlibat keduanya sudah memenuhi unsur pidana. Dimana lanjut dia, kedua terdakwa telah melanggar pasal 12 huruf e jungto psl 83 ayat 1 yang menyatakan setiap orang yang dengan sengaja mengusai mengangkut memiliki hasil hutan kayu tidak dilengkapi dokumen secara bersama atau surat keterangan hasil hutan.

"Sudah jelas bersalah dan dapat dijerat dengan hukuman penjara minimal setahun dan maksimal 3 tahun," ujarnya.

Dijelaskan Zainal, sebelumnya kedua terdakwa oleh JPU Warsito dituntut 2,5 tahun dan Zulkipli 2 tahun. Oleh Majelis hakim pada sidang putusan, Jumat (17/3) divonis bebas dan dinyatakan tidak bersalah.

Sebelumnya, Polhut Dinas Kehutanan telah mengamankan satu unit truk bernomor polisi BA 8768 ZU bermuatan kayu pada 1 September 2016 lalu di Rimbo Bujang.

Saat dikonfirmasi Kasi pengamanan Dinas Kehutanan Tebo, Lorensius Silitongah Selasa (06/09) membenarkan hal tersebut, penanganan kasus penangkapan kayu tersebut telah selesai diproses dan sudah ditetapkan menjadi tersangka.

"Prosesnya sudah ditangani oleh penyidik, setelah 5 hari ditangani oleh penyidik sudah bisa ditetapkan tersangka," ujarnya.

Dilanjutnya, dua orang tersangka tersebut adalah Warsito pemilik kayu dan Julkiflih sebagai supir. Kayu yang dibawa lebih kurang sebanyak 25 kubik. Saat  ditemukan kayu itu tidak memiliki dokumen yang sah.

"Satu hari setelah ditangkap pemilik kayu datang ke Dinas Kehutanan menunjukan surat kayunya, dan menurut pengamatan dari penyidik surat itu tidak sesuai dengan ketentuan," katanya.

Dikatakan lagi, berhubung di Kantor dinas kehutanan tidak memiliki rumah tahanan, terpaksa kedua tersangka tersebut kita bawah ke Polres Tebo utmuk proses hukum yang lebih lanjut.

"Untuk sementara kedua orang tersangka tersebut sudah kita titip di Polres Tebo," tandasnya. (crew)

Related News