Korban Terkaman Buaya Ditemukan, Ini Keterangan Polisi Tentang Gigitan Buaya Yang Menewaskan Hofsah

TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Hofsah (35) warga pulau Jelmu, Kecamatan Tebo Ulu Kabupaten Tebo korban terkaman buaya di Sungai Batanghari pada Sabtu (17/02/2018) kemarin akhirnya ditemukan warga dalam keadaan utuh dan tidak bernyawa.

Korban keganasan buaya ini pertama kali ditemukan oleh Pawi warga desa tetangga Pulau Renang Seberang Koto Joyo, Kecamatan Tebo ulu, pada Minggu (18/02/2018 ) sekitar pukul 07:30 Wib.

Pada saat itu, Pawi ingin melihat hasil tangkapan pukat (Jaring_red), tiba - tiba ia melihat sesosok mayat di bibir sungai, kemudian ia langsung melaporkan ke warga dan kades setempat. Warga yang mengetahui korban sudah ditemukan, langsung berbondong - bondong melihat ke TKP.

Tim Gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polisi, TNI, Pol PP dan dibantu warga sekitar langsung mendatangi TKP kemudian mengevakuasi jasad Korban di dalam sungai.

Kapolsek Tebo Ulu, Iptu Rozali saat dikonfirmasi Teboonline.com membenarkan atas penemuan jasad Hofsah. "Ya benar, jasad korban Hofsah yang di terkam buaya pada Sabtu (17/02) kemarin sudah ditemukan, dan sudah di lakukan Visum oleh pihak Puskesmas," ujar Kapolsek.

Kapolsek juga mengatakan bahwa dari hasil Visum dokter, luka di bagian paha kiri korban memang di gigit buaya. "Sesuai hasil visum, luka itu memang benar bekas gigitan buaya," tutup Kapolsek.

Sementara, menurut informasi dilapangan bahwa jasad Hofsah di bawa pulang dari puskesmas ke rumah duka sekitar pukul 09:00 wib, dan rencananya jasad tersebut akan di kebumikan setelah sholat Zhuhur.

Sementara, Heri, warga desa pulau Jelmu saat dikonfirmasi juga mengatakan bahwa korban yang di terkam buaya sudah ditemukan warga, "Korban sudah ditemukan, penemuan jasad korban ini sudah dilaporkan ke Basarnas dan langsung di bawa ke Puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan," terangnya.

"Atas musibah ini, Keluarga merasa terpukul dan berduka, namun dengan ditemukannya jenazah Hofsah pada pagi ini (minggu, red), keluarga merasa lega dan mengikhlaskanya. Semoga tidak terjadi lagi di desa ini dengan kejadian yg serupa," ujar Heri.

Heri berharap ke depan pihak terkait agar mencarikan solusi bagaimana daerah aliran sungai batangbhari ini aman dari ancaman buaya. (crew)

Related News