Kejari Tebo Klaim Banyak Kasus Lakalantas, Tapi Cuma 1 Yang Naik Dipersidangan

TEBOONLINE.COM, MUARATEBO -  Saat ini, kasus kecelakaan lalulintas yang menjadi perhatian publik Tebo adalah kasus Lakalantas antara mobil dinas Bupati Bungo H Mashuri dengan mobil travel syarat muatan yang mengakibatkan 2 penumpang travel meninggal dunia.

Kasus tersebut, menjadi kasus pertama diawal tahun 2018 yang kasusnya bakal dilanjut hingga ke persidangan. Sebelumnya ditahun 2017 lalu hanya ada satu kasus lakalantas yang naik kepersidangan.

"Selama 2017 kemarin, hanya ada 1 kasus lakalantas yang naik kepersidangan, itupun kasus lakanya terjadi diakhir tahun 2016, namun sidangnya ingkrah berkekuatan hukum ditahun 2017," tegas Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Tebo, Nur Solikhin, SH kepada wartawan, Senin (5/2/2018).

Sementara, data yang didapat Tim Kejaksaan Negeri Tebo dilapangan, ditahun 2017 tersebut banyak kasus kecelakaan yang berakhir dengan kematian yang terjadi diwilayah hukum Polres Tebo.

"Contohnya kasus lakalantas bus Family Raya serta Bus Medan Jaya, hingga berakhir tahun 2017, berkasnya bahkan SPDP nya tidak pernah saya terima," terang Kasi Pidum yang sudah berulangkali mempertanyakannya pada Satlantas Polres Tebo, tapi tak pernah digubris.

Padahal, sesuai dengan Undang-undang yang berlaku di Indonesia, Kasus lakalantas yang berujung kematian ataupun cacat seumur hidup ini dijerat dengan Pasal 310 ayat 4 UU LLAJ dengan ancaman hukuman penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp 12 juta.

Dan dipertegas dengan pasal 235 ayat 1 UU LLAJ yang isinya "Jika korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalulintas sebagaimana dimaksud pada pasal 229 ayat 1 huruf c, pengemudi, pemilik dan atau perusahaan angkutan umum wajib memberikan bantuan kepada ahli waris korban berupa biaya pengobatan dan atau berupa biaya pemakaman "Dengan Tidak Menggugurkan Tuntutan Perkara Pidana".

Kapolres Tebo, melalui Kasat Lantas, AKP Aulia Rachmad, mengatakan bahwa selama ia menjabat sebagai Kasat Lantas di Merangin, tidak ada kasus lakalantas yang tidak sampai dipersidangan.

"Saya pastikan kasus lakalantas maut yang ada di Tebo ini akan tetap sampe ke sidang, termasuk kasus Lakalantas yang melibatkan Bupati Bungo H Mahuri," terang Aulia yang baru beberaa minggu menjabat kasat lantas Polres Tebo.

Kasat menambahkan, jika dimasa jabatan kasat yang sebelumnya tidak ada kasus yang naik sidang, itu akan diperbaiki dan dipastikan, jika lakalantas ada korban, harus naik sidang.

Kasat menegaskan, walaupun pelaku telah bertanggungjawab serta sudah ada perdamaian dengan keluarga korban, tidak menghapuskan tuntutan pidana pelaku seperti tertuang pada Putusan MA No. 1187 K/Pid/2011. Bahkan dalam Putusan MA No. 2174 K/Pid/2009. Terdakwa tetap dikenakan hukuman, walaupun telah ada perdamaian. (crew)

Related News