Tuesday, January 2, 2018

TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Jalan akses menuju Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. Persada Harapan Kahuripan (PHK) atau yang lebih dikenal dengan PT. Makin yang beralamat Didesa Teluk Rendah Ulu Kecamatan Tebo Ilir, Selasa (2/1/2017) ditutup oleh puluhan warga.

Pemasangan portal oleh warga didusun Pangkal Bloteng Desa Teluk Rendah Ulu ini dipicu karena pihak perusahaan kerap ingkar janji untuk memperbaiki jalan milik warga yang dilalui oleh perusahaan tersebut.

"Dari dulu pihak PT.PHK hanya janjib - janji saja untuk memperbaiki jalan ini, tapi sampai kini belum ada buktinya, makanya kami nekad tutup jalan ini," ujar Arfansyah alias Cemong, salah seorang warga yang ikut melakukan aksi penutupan jalan kepada Wartawan, Selasa (2/1).

Padahal, lanjutnya, yang sering dan tiap harinya menggunakan jalan tersebut juga adalah kendaraan milik perusahaan, dari truck TBS sawit hingga tangki minyak CPO, sedangkan warga palingan kendaraan bermotor, adapun kendaraan roda empat milik warga yang lewat palingan kendaraan pribadi.

Dia mengatakan bahwa sebelum didirikan pabrik sudah ada perjanjian bahwa warga memperbolehkan kendaraan milik perusahaan untuk lewat dengan catatan PT.Makin mau melakukan perbaikan jalan.

"Tapi janji tinggalah janji, hingga kondisi jalan ini bonyok bagaikan kubangan kerbau belum juga ada perhatian dari pihak perusahaan, keluhan ini sudah  sering kami sampaikan kepada perusahaan, tapi hingga kini belum ada tanggapan," tambahnya.

Menurutnya penutupan akses jalan ini akan terus dilakukan warga sampai pihak perusahaan mau memperbaiki jalan.

"Kami tidak akan membuka portal jalan ini, sebelum pihak perusahaan melakukan perbaikan atau pengerasan, apapun yang akan terjadi kami siap menerima konsekuwensinya karena ini untuk kepentingan umum, lagian jalan ini bukan milik perusahaan," tegas Cemong.

Dijelaskannya, antara Jalan lintas Nasional Jambi - Tebo dengan pelabuhan penyeberangan truck TBS sawit dan minyak CPO milik PT. Makin jaraknya hanya kurang lebih 3 Kilo Meter, masa perusahaan sebesar PT.PHK tidak sangup untuk memperbaikinya, apalagi produksinya sudah ratusan ton per hari.

Lain lagi ceritanya kalau mereka lewat jalan sendiri bukan jalan warga, dan yang pastinya jalan Dusun Pangkal Bloteng tidak akan rusak separah itu kalau tidak dilewati kendaraan milik PT. Makin.

"Harusnya mereka (Perusahaan,red) bersyukur karena sudah diizinkan lewat oleh warga, masa merawat jalan yang sudah ada saja tidak sanggup, coba lihat perusahaan lain yang sanggup mengeluarkan biaya sampai milyaran hanya untuk membebaskan tanah untuk jalan," kata Cemong dengan nada kesal.

Aksi penutupan akses jalan kepabrik PT. Makin ini dibenarkan oleh Kades Teluk Rendah Ulu, A. Fauzi. "Benar hari ini memang ada puluhan warga yang melakukan pemortalan jalan menuju PT. Makin, tepatnya jalan didusun Pangkal Bloteng Desa Teluk Rendah Ulu," ujarnya saat dikonfirmasi Wartawan via telpon.

Menurutnya aksi pemortalan tersebut wujud dari kemarahan warga karena pihak perusahaan tidak mau memperbaiki jalan yang saat ini kondisinya rusak parah.

"Warga marah karena pihak PT.Makin tidak mau memperbaiki jalan, padahal yang sering melintas dijalan tersebut adalah kendaraan perusaahaan, baik angkutan TBS sawit maupun tangki yang membawa minyak CPO ke Jambi," kata Kades.

Dia juga mengatakan, Seringkali warga tidak bisa melakukan aktifitasnya seperti mengeluarkan hasil panen, mengantar anak sekolah dan lain - lainnya hanya karena truck milik perusahaan menghalangi jalan gara - gara kepater diruas jalan yang rusak parah tersebut.

Dirinya mengaku sudah berulangkali mengingatkan pihak perusahaan untuk serius memperbaiki jalan tersebut, namun tidak ditanggapi serius.

"Sudah sering kita ingatkan agar perusahaan melakukan perbaikan jalan disaat musim kemarau, yang terjadi selama ini kesannya asal- asalan,  memperbaiki jalan ketika musim hujan, manalah hasilnya bisa maksimal, apalagi batu yang disiram kejalan alakadarnya saja," pungkas Kades. (crew)