Warga Desa Wanareja Ancam Golput Pileg 2019

Memperihatinkan, warga Desa Wanareja mengeluhkan kondisi jalan Serayu yang rusak parah dan belum ada perbaikan dari pemerintah. Akibatnya, warga setempat mengancam akan melakukan Golput pada Pemilihan Legislatif tahun 2019 mendatang apabila pada tahun ini jalan tersebut tidak segera diperbaiki. 
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Persoalan pemerataan pembangunan dan infrastruktur jalan kembali menjadi pemicu amarah bagi warga Kabupaten Tebo Seperti yang terjadi di Desa Wanareja Kecamatan Rimbo Ulu. Warga setempat mengeluhkan kerusakan jalan Serayu Ujung yang kondisinya rusak parah.

Bahkan, isu yang beredar mereka juga mengancam jika tidak ada perbaikan jalan sesegera mungkin, warga setempat akan golput dalam Pemilihan Legislatif 2019 mendatang.

"Kami merindukan jalan desa yang bagus, tidak rusak parah seperti sekarang ini. Tidak musim hujan saja susah untuk melewati jalan ini, apalagi jika musim hujan bsnyak kendala yang harus dialami akibat kerusakan jalan itu," ucap warga Desa Wanareja, Saini Minggu (28 /01/2018).

Sudah 20 tahun jalan desa kami tidak disentuh perbaikan sama sekali dari pemerintah. Pihak desa sudah mencoba berkali-kali melakukan pengajuan perbaikan dan selalu saja  tak ada perhatian dari pemerintah daerah maupun DPRD.

"Kalau tidak ada respon dan kejelasan kapan ada perbaikan, warga sini (Wanareja_red) lebih baik pilih golput dipileg nanti, kita tidak mau lagi dengan janji-janji manis politik, sudah lima tahun terakhir masyarakat dijanjikan untuk pengaspalan jalan, tapi sampai awal 2018 masyarakat belum melihat jalan tersebut diperbaiki," kesalnya.

Selama kerusakan jalan di desa setempat, jika turun hujan sering kali menyebabkan kendaraan roda empat mobil mogok di tengah jalan akibat lumpur di kubangan jalan rusak.

Smentara, Hendra Budi Artapa mantan Kepala Desa Wanareja periode tahun 2013-2017 saat dikonfirmasi mengatakan, terkait jalan serayu ujung dirinya sudah mengajukan ke Musrenbang Kecamatan di setiap tahunnya, masalah belum ada perbaikan dari pemerintah daerah terkait jalan ini kita tidak tahu, terakhir di tahun 2017 masa akhir jabatan saya kita sudah usulkan, ujarnya.

Terkait isu golput Hendra enggan berkomentar. "Itu hak masyarakat, kita hanya butuh perbaikan jalan, karena merupakan akses jalan utama warga yang akan keluar dari desa setempat ke desa tetangga maupun akses menuju kecamatan," pungkasnya. (crew)

Related News