Thursday, January 4, 2018

Massa HMI Kerinci melakukan aksi unjuk rasa dengan memajang CD dan Bra,
Aksi ini mendesak agar Bupati mencopot Sekda Kerinci. Tapi 
TEBOONLINE.COM, KERINCI - Kerukunan Mahasiswa Kerinci yang masuk dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) melakukan aksi unjuk rasa terkait Independensi Aparatur Sipil Negara (ASN), agar tidak terlibat dalam politik praktis jelang perhelatan Pemilihan Bupati (Pilbup) Kabupaten Kerinci 2018.

Keterlibatan ASN dalam politik praktis selama ini bukanlah rahasia umum lagi. Apalagi setelah mendengar perkataan dari Sekda Kabupaten Kerinci Afrizal, HS yang diduga telah mengatakan, "PNS boleh bermain Politik," sehingga mengundang para Mahasiswa ngamuk dan berkomitmen untuk menegaskan Bupati untuk mencopot segera Afrizal HS dari kedudukan Sekda Kabupaten Kerinci.

Walaupun sudah diatur dalam Undang-Undang No.5 Tahun 2015 Pasal 29 Ayat 2, Pasal 4 Angka 15, serta Peraturan Pemerintah No.53 Tahun 2010, namun tetap saja hal tersebut tidak dapat menghalangi ASN untuk terlibat dalam hal yang sangat sarat akan kepentingan tersebut.

Oleh sebab itu, HMI selaku salah satu oragnisasi kemahasiswaan yang beraflisiasi dengan Kab. Kerinci melakukan aksi untuk mengingatkan Pemerintah agar selalu menjaga independensinya.

“Apa yg dilakukan hari ini semata-mata hanya untuk mengingatkan pemerintah Kab. Kerinci, khususnya Bupati untuk menjaga independensi dalam menyongsong pesta demokrasi Kab. Kerinci,” ujar ketua HMI.

Lebih lanjut ia menegaskan, agar kiranya Bupati memberikan sangsi kepada ASN yang terlibat dalam politi praktis, terutama mencopot Afrizal HS dari jabatan Sekda Kabupaten Kerinci.

“Dan meminta Bupati Kerinci untuk memberikan sangsi kepada ASN yang terlibat politik praktis, sekaligus mencopot Afrizal HS dari jabatannya ( Sekda, red) ,” tegasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, kali ini kami tidak hanya malakukan aksi, kami juga akan melakukan penandatanganan MoU sebagai bukti keseriusan Bupati untuk menjaga independensi ASN.

“Untuk memperkuat aksi kami, kami mengajukan penandatanganan MoU kepada Bupati agar siap memberikan sangsi dan mengawal bawahannya yang tidak pada koridor independen,” jelas seorang  pemuda yang merupakan salah satu tokoh pemuda Kab. Kerinci tersebut.

Adapun tuntutan HMI dalam aksi kali ini.

Meminta kepada Pemda Kab. Kerinci dalam hal ini Bupati untuk mencopot Sekda selaku penanggungjawab tertinggi ASN, karena telah jelas mengajak ASN untuk berpolitik dalam menyambut pesta demokrasi tahun 2018.

Meminta kepada bapak Bupati Kab. Kerinci, selaku penanggungjawab tertinggi ASN di Kab. Kerinci untuk menindak tegas bawahannya yang terlibat politik praktis

Meminta kepada bapak Bupati Kab. Kerinci dan Kapolres Kerinci untuk menandatangani MoU tentang kesiapannya untuk menindak bawahannya yang terlibat politik praktis jika terdapat temuan kejanggalan tersebut.

Meminta kepada bapak/ibu Tim Panwaslu untuk memfollow up seluruh laporan masyarakat mengenai independiensi ASN sesuai peraturan perundang-undangan.

Meminta kepada bapak Kapolres Kerinci dalam hal ini untuk ikut  menjaga independiensi anggotanya dan menindak tegas anggotanya yang terlibat politik praktis. (les)