Friday, January 5, 2018

Kapolres Tebo AKBP Budi Racmat memimpin langsung razia PETI di desa Rantau Api. 
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Polres Tebo, menggelar razia PETI (Dompeng_red) di desa Rantau Api Kecamatan Tengah Ilir Kabupaten Tebo. Pada razia ini, mengakibatkan puluhan pendompeng terbirit dan tunggang langgang lari ke hutan saat anggota Polres Tebo mendatangi lokasi dompeng mereka, Kamis sore (4/1/2018).

Sedikitnya, 23 unit mesin dompeng atau mesin tambang emas tanpa izin (PETI) ditinggalkan oleh pemiliknya di dusun Remaji, desa Rantau Api, Kecamatan Tengah Ilir Kabupaten Tebo.

"Tadi, waktu kita datang mereka (Pendompeng,red) berhamburan lari ke hutan," ujar salah seorang personel Polres Tebo yang mendatangi lokasi dompeng.

AKBP Budi Rahmat Kapolres Tebo yang turun langsung ke lokasi dompeng saat dikonfirmasi menjelaskan, keberadaan lokasi dompeng ini diketahui dari laporan masyarakat yang mengatakan jika ada aktivitas PETI di dusun Remaji, Desa Rantau Api, Kecamatan Tengah Ilir.

"Dari laporan masyarakat ini kita tidak lanjuti. Ternyata benar ada aktivitas PETI yang baru buka sekitar satu atau dua minggu di sini," kata Kapolres Tebo.

Dimana, lanjut Kapolres, pihaknya telah mengamankan 23 keong atau alat dompeng. 23 alat dompeng ini sebagian sudah beroperasional dan sebagian lagi masih dirakit.

Selain itu, bilang Kapolres, pihaknya juga menemukan barang bukti puluhan unit kendaraan bermotor, beberapa cangkul yang terlihat masih baru dan belum dipakai, KPT dan lain sebagainya.

"Kalau dilihat dari kondisi cangkul yang masih baru menunjukan jika aktivitas dompeng ini baru dibuka oleh masyarakat," jelasnya.

Disinggung berapa tersangka pelaku PETI yang diamankan dan berapa luasan lokasi PETI, "Ada 3 tersangka yang kita amankan. Kalo luasan lokasi sekitar 2 Ha lebih," tutup Kapolres. (crew)