Laksanakan Program Rp 1,5 Milyar/Kecamatan, Tebo Dapat Hibah Alat Berat Dari Propinsi

Pemda Tebo mendapatkan hibah dua alat berat dari Provinsi Jambi tahun 2017 lalu dalam rangka
Realisasi program Gubernur Jambi Zumi Zola Rp 1,5 Milyar untuk satu Kecamatan. 
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Tahun 2017 lalu, Pemerintah Daerah Kabupaten Tebo mendapatkan hibah alat berat dari Pemerintah Provinsi Jambi. Hibah ini dalam rangka program andalan Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkifli yaitu Rp 1,5 Milyar untuk satu Kecamatan. Hal itu seperti yang dikatakan oleh Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tebo, Hendry Nora, ST.

Untuk sementara ini yaitu pada tahun lalu dijelaskan Hendry Nora, Tebo baru mendapatkan dua unit alat berat diantaranya jenis Eksapator dan Gleder yang saat ini berada di Alkal dinas PUPR Kabupaten Tebo. Terkait proses pengadaannya, sebelumnya Dinas PUPR melakukan lelang terbuka.

"Dua alat berat sudah kita siapkan diantaranya jenis Gleder dan Eksapator, alat berat ini nanti kita turunkan untuk di Kecamatan," terang Hendry Nora saat dikonfirmasi Teboonline.com di ruangannya, Selasa (2/1/2017).

Penggunaan alat berat ini lanjutnya, melalui Launching yang akan dilakukan oleh Wakil Gubernur Jambi Fachrori Umar pada bulan Januari ini. Hendry Nora pun menjelaskan bahwa pelaksanaan program Gubernur Jambi ini untuk sementara, satu alat berat untuk mengkoordinir tiga Kecamatan.

"Dua alat berat yang sudah ada ini, nanti akan diturunkan di Kecamatan VII Koto Ilir untuk mengkoordinir Kecamatan VII Koto dan Tebo Tengah, sedangkan satu alat berat lagi di Kecamatan Tebo Ilir dan nanti mengkoordinir Kecamatan Tengah Ilir dan Tabir," beber Hendry Nora lagi.

Dan rencana ke depannya, Rimbo Bujang mengkoordinir Rimbo Ulu dan Rimbo Ilir, Sumay mengkoordinir Serai Serumpun dan Tebo Tengah dan alat berat ini nanti akan stand bay di Alkal Dinas PUPR Tebo.

"Alat berat ini peruntukannya untuk Pertanian dan Perkebunan, terkait Operator alat berat ini nanti akan digaji oleh PU dengan dana sharing APBD Tebo karena kita juga punya Operator sendiri dan alat berat ini tidak bisa disewakan," pungkasnya.

Saat ditanya mengapa alat berat tersebut tidak disiapkan di desa atau di Kecamatan, Hendry Nora menjelaskan hal itu dilakukan untuk mengantisipasi alat berat tersebut dicuri orang. Lebih aman apabila tetap berada di Alkal. (crew)

Related News