Gelar Aksi Mogok Belajar, Siswa SMAN 16 Tebo Tuntut Copot Kepala Sekolah

DHARMA LAKSANA S.Pd
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Baru beberapa bulan yang lalu, para Guru SMAN 16 Kabupaten Tebo melakukan aksi mogok mengajar. Kini giliran para siswanya, siswa SMAN 16 Kabupaten Tebo kurang lebih berjumlah 95 orang, Selasa pagi (16/1/2018) melakukan aksi Mogok belajar. Aksi tersebut buntut dari kekecewaan para siswa terhadap Kepala Sekolah yang dijabat oleh Dharma Laksana.

Dharma Laksana dituding diduga tidak transparan terhadap pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Aksi Mogok belajar siswa SMAN 16 Kabupaten Tebo dimana Gedungnya berada di desa Wanareja Kecamatan Rimbo Ulu ini, dilakukan dengan cara seluruh siswa tidak masuk sekolah dari pagi.

Intania Dwi Novita, Ketua OSIS SMAN 16 Kabupaten Tebo pada Teboonline.com saat dikonfirmasi mengatakan bahwa Dharma Laksana selama menjabat sebagai Kepala SMAN 16 Tebo tidak pernah transparan seperti untuk hadiah Liga Futsall di sekolah yang dianggarkan dari dana BOS tahun 2017 lalu, sampai saat ini tak kunjung diberikan kepada siswa.

Ruangan belajar SMAN 16 Kabupaten Tebo kosong, hanya terlihat kursi yang diletakkan diatas meja belajar. 
"Kami tidak puas dengan kepemimpinan Kepala Sekolah, kami selalu mendapatkan masalah bahkan setiap proposal yang kami ajukan untuk kegiatan sekolah juga tidak pernah keluar. Selama Dharma Laksana jadi Kepala Sekolah, jumlah siswa terus menurun," ungkap Novi sapaannya saat dijumpai dikediamannya.

Lebih parahnya lagi lanjutnya, setiap tahun siswa dipungut biaya untuk pembelian alat Drum Band sejak tahun 2014 lalu dan sekarang Kepala Sekolah juga sudah meminta pungutan kembali kepada siswa untuk pembelian alat Drum Band.

Namun, sampai saat ini pun alat Drum Band tersebut belum juga dibelikan. Pernah siswa mempertanyakan hal itu kepada Kepala Sekolah, namun Kepala Sekolah berdalih bahwa dana pungutan untuk pembelian alat Drum Band diberikan kepada operator TIK digunakan untuk pembelian Tower yang ada di depan ruang TIK.

Tentang kebenaran jawaban Kepala Sekolah, para siswa pun kemudian bertanya langsung kepada operator TIK. Ternyata, jawaban operator TIK lain dengan yang disampaikan dengan Kepala Sekolah. Operator mengaku sama sekali tidak pernah menerima uang pemberian dari Kepala sekolah. Operator menegaskan bahwa tower TIK merupakan bantuan dari pemerintah provinsi.

"Kami akan mogok belajar sampai Kepala Sekolah Dharma Laksana dicopot, kami akan layangkan surat kepada Gubernur Jambi dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi meminta agar Kepala sekolah segera dicopot," tegas Ketua OSIS ini yang diamini rekan - rekannya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 16 Kabupaten Tebo Dharma Laksana saat dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. Namun ia mengaku kalau terjadinya aksi mogom belajar para siswanya tersebut sudah dilaporkan ke dinas Provinsi Jambi.

"Sudah saya laporkan ke dinas Provinsi Jambi dan saya menghimbau agar para siswa kembali masuk sekolah karena kita akan menghadapi Ujian Sekolah dan Ujian Nasional," terang Dharma Laksana dijumpai di ruangannya.

Pantauan Teboonline.com, Selasa pagi di SMAN 16 Kabupaten Tebo tak satu pun siswa terlihat masuk sekolah. Ruangan belajar pun kosong dengan pintu terkunci. Hanya ada para Guru yang duduk - duduk di ruang majelis Guru. Tampak para aiswa SMAN 16 Kabupaten Tebo berkumpul disalah satu rumah siswa dengan berpakaian bebas. (crew)

Related News