Monday, January 22, 2018

Makam Keramat Tinggi, makam ini dirawat oleh Nenek Sarinah sekaligus sebagai juru kunci. Makam Keramat Tinggi inipun selalu ramai dikunjungi oleh para peziarah dari dalam dan luar Kabupaten Batangahari. 
Sumber : Nenek Sarinah (Juru kunci Makam Kramat Tinggi)
Laporan Wartawan Teboonline.com : Ipsaputra

Bermula dari perjalanan Wartawan Teboonline.com berangkat ke kediaman sang juru kunci makam nenek Sarinah, pada tanggal 22 Januari 2018 Wartawan Teboonline.com berangkat dari kantor langsung menuju kediaman nenek Sarinah yang berada di kelurahan Muara Bulian tepatnya di belakang rumah makan Elok Basamo Kecamatan Muara Bulian Kabupaten Batanghari.

Setelah melakukan perjalanan yang cukup melelahkan pada pukul 13.02 wib, Wartawan Teboonline.com akhirnya sampai di kediaman sang juru kunci makam, anehnya disaat Wartawan Teboonline.com tiba di rumah sang juru kunci makam tersebut, Wartawan Teboonline.com disambut dengan baik seolah Nenek sang juru kunci makam telah mengetahui maksud dan tujuan Wartawan Teboonline.com datang ke rumahnya.

Obrolan demi obrolan pun berjalan santai dan sang juru kunci makam keramat tinggi itu pun memutuskan untuk mengajak Wartawan Teboonline.com berangkat untuk dapat melihat secara langsung keberadaan makam keramat tinggi tersebut yang lumayan jauh dari rumahnya.

Pada pukul 13.28 wib Wartawan Teboonline.com beserta Nenek sang juru kunci sampailah ke Tempat Pemakaman Umum Keramat Tinggi (TPU Keramat Tinggi) yang terletak di pinggir sungai Batanghari, tepatnya di Kelurahan Muara Bulian masuk dari lorong SMA N 6 Batanghari, kemudian di situlah sang juru kunci makam menceritakan sejarah keberadaan makam keramat yang cukup tersohor tersebut yang biasa disebut dengan Makam Keramat Tinggi.

Makam keramat yang terkenal dengan sebutan Makam Keramat Tinggi yang letaknya di pinggir aliran sungai batanghari ternyata memiliki kisah/sejarah yang memilukan dan lumayan menyedihkan nasib dari Eyang Buyut yang pada zaman dahulu sampai sekarang digelar dengan Buyut Kramat Tinggi, tertarik akan kisah makam keramat tersebut Wartawan Teboonline.com menelusuri jejak siapa yang mengetahui cerita jelasnya tentang asal usul makam keramat tersebut.

Berkenaan dengan hal tersebut nenek Sarinah selaku juru kunci makam saat di wawancarai Wartawan Teboonline.com mengatakan, bahwa pada zaman dahulu sewaktu masih zaman penjajahan masyarakat dusun Muaro Lamo yang terletak di seberang Tempat Pemakaman Umum tersebut telah menemukan sesosok mayat yang mengapung di derasnya aliran sungai Batanghari.

Dan anehnya mayat yang tidak diketahui identitas dan asal usulnya tersebut tidak mau hanyut sampai melewati pemakaman tersebut. Padahal aliran sungai Batanghari lumayan deras dan bisa saja menghanyutkan mayat yang mengapung tersebut sampai jauh ke hilir sungai Batanghari.

"Menurut cerito Datuk sayo dulu, mayat yang mengapung dialiran sungai Batanghari tu idak nian mau hanyut jauh, cuma mutar mutar di situlah padohal aliran sungai Batanghari disaat itu lumayan deras dan biso menghanyutkan mayat tersebut, melihat ado hal aneh semacam itu masyarakat yang pado zaman dahulu di sebut Dusun Muaro Lamo dan kini di sebut Muara Bulian beramai-ramai lah mengangkat sesosok mayat tersebut dari sungai karena sudah mengapung dan dak mau hanyut lagi," cerita nenek sarinah seraya mengisahkan dengan logat jambi yang kental.

Dirinya juga mengatakan bahwa setelah diangkat oleh semua masyarakat jenazah tersebut diurus selayaknya dengan cara Islam karena segera hendak dikuburkan, dan pada saat mau menggali liang lahat untuk jenazah tersebut masyarakat terlebih dahulu mengukur tinggi jenazah untuk disesuaikan dengan liang lahat yang akan digali, sungguh mengejutkan tinggi sesosok jenazah tersebut jauh berbeda dengan tinggi manusia yang kebanyakan.

"Menurut kisah datuk sayo dengan orang tuo zaman dahulu ukuran tinggi jenazah tersebut adalah 9 (Sembilan) Depo biso lah dibayangkan brapo tingginyo jenazah buyut tu sedangkan satu depo bae sudah satu meter lebih," katanya.

Dirinya juga mengatakan bahwa jenazah tersebut tidak tahu asal usulnya dari mana, yang jelas jenazah tersebut hanyut dari huluan sungai batanghari hingga sampai ke tempat tersebut dan diketemukan oleh masyarakat asli Muaro Bulian.

Setelah dikuburkan ditempat yang sampai kini dapat terus dilihat keberadaanya, dan dari zaman dahulu karena keanehannya makam tersebut dianggap keramat dan banyak masyarakat yang datang untuk berziarah, terlebih lagi setelah ada salah satu masyarakat yang datang berziarah dan membacakan doa kemudian masyarakat tersebut dengan setulus hati meminta bantuan kepada Allah melalui bantuan Eyang Buyut yang dianggap orang keramat tersebut untuk kesembuhan dari penyakitnya.

Anehnya doa masyarakat tersebut dapat terkabul dan di ijabah oleh Allah SWT, semenjak peristiwa itu makam tersebut menjadi ramai dikunjungi masyarakat baik itu dari dusun Muaro Lamo maupun dari Dusun tetangga dan dianggap makam keramat dan kemudian diberi nama Makam Keramat Tinggi.

Sampailah pada saat zaman yang modern sekarang ini, Makam Keramat Tinggi tersebut masih ramai dikunjungi oleh masyarakat Kabupaten Batanghari maupun dari Kabupaten lain, terlebih lagi pada saat bulan yang baik seperti bulan Ramadhan dan hari lebaran.***