Tuesday, December 26, 2017

Rumah Dinas pegawai kantor Camat Rimbo Bujang, warga yang bermukim disana diberi Ultimatum hingga
bulan Maret 2018 untuk pengosongan Rumdis. 
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Warga yang bermukim di Rumdis (Rumah Dinas) atau komplek pegawai kantor Camat Rimbo Bujang mendapatkan Ultimatum dari Camat Rimbo Bujang Sukiman. Ultimatum tersebut berupa perintah pengosongan Rumdis yang berada disamping kantor Camat Rimbo Bujang jalan Pahlawan Kelurahan Wirotho Agung.

Hal itu seperti yang diakui oleh Syam, pria yang menghuni salah satu Rumdis tersebut mengaku sudah mendapatkan Ultimatum berupa surat untuk segera mengosongkan rumah yang selama ini ditempati bersama anak dan istri selama bertahun - tahun.

"Ya aku dapat surat dari kantor Camat Rimbo Bujang, jadi aku buru - buru mau pindah ini, isi suratnya batas maksimal bulan Maret 2018 harus sudah pindah," sebut Syam saat dikonfirmasi Teboonline.com, Senin (25/12/2017).

Warga lainnya pun mengatakan hal yang sama, namun warga yang bermukim di Rumdis ini sedikit menyayangkan langkah Camat Rimbo Bujang ini. Pihak Kecamatan Rimbo Bujang tidak ada musyawarah terlebih dahulu dengan warga yang bermukim di Rumdis, warga tiba - tiba menerima surat Ultimatum tersebut dimana warga diberi waktu sampai bulan Maret 2018 untuk pengosongan Rumdis.

"Dalam isi surat itu, kami diberi waktu tiga bulan yaitu Maret tahun depan harus sudah pindah dari komplek ini," ujar penghuni Rumdis yang tak mau disebut namanya ini. Camat harus berfikir lanjutnya, bagaimana yang tidak punya rumah setelah diusir dari komplek ini.

Perintah pengosongan Rumdis ini, Camat Rimbo Bujang beralasan bahwa lokasi komplek tersebut akan dijadikan lokasi pembangunan gedung baru kantor Camat Rimbo Bujang. Terkait rencana pembangunan gedung baru tersebut, Teboonline.com menerima informasi bahwa usulan tersebut yang diajukan oleh Camat Sukiman, baru - baru ini ditolak oleh DPRD Kabupaten Tebo.

Hal itu pun diakui sendiri oleh Camat Sukiman, namun ia berdalih bahwa ia harus berfikir demi kemajuan dan pembangunan daerah sendiri. "Ya yang namanya usaha pasti ada hasil dan ada tidak dan yang namanya mintak, bisa dikasih dan bisa ndak dikasih, yang jelaskan kita berusaha untuk mencari dan mewujudkan yang terbaik," ujar Sukiman. (crew)