Puluhan Guru Honorer Di Kabupaten Tebo Terancam Diberhentikan

Ilustrasi. 
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Adanya wacana sekolah yang memiliki siswa berjumlah dibawah 100 orang bakal ditutup oleh Pemerintah, membuat resah para tenaga Guru honorer di Kabupaten Tebo. Betapa tidak, dengan dimergernya dua sekolah menjadi satu, sudah dipastikan yang akan tetap dipakai nanti adalah Guru yang berstatus PNS.

Untuk tenaga Guru honor yang bertugas di kedua sekolah tersebut dan gajinya dibayar dari anggaran dana BOS nantinya, sudah dapat dipastikan pula tidak akan dipakai lagi dan terancam diberhentikan oleh pihak sekolah. Sebab, pada sekolah yang baru dimerger tersebut, kebutuhan Guru PNS sudah terpenuhi dari penggabungan Guru PNS dari dua sekolah tersebut.

"Imbas dari dimergernya dua sekolah menjadi satu pasti berdampak pada diberhentikannya tenaga Guru honor yang bertugas dikedua sekolah itu, biso jadi disana ada keluarga kita atau teman yang jadi Guru honor, karena di merger jadi dak ngajar lagi," ujar Kabid Dikdas Dinas Dikbud Kabupaten Tebo, Khairul Akmal pada Teboonline.com.

Namun, Khairul mengecualikan terhadap sekolah yang berada didaerah terisolir, meskipun dibawah 100 orang jumlah muridnya, itu tidak akan ditutup. Yang layak ditutup seperti SD yang berdiri berdampingan seperti di desa Tegal Arum Kecamatan Rimbo Bujang jika jumlah muridnya dibawah 100 orang.

Terkait gedung sekolah yang ditinggalkan, Khairul menambahkan bahwa pihak dinas nanti akan berkoordinasi dengan pihak pemerintah desa setempat tentang penggunaannya dan nanti diatur bagaimana sistem penggunaannya oleh pihak desa agar gedung tersebut tidak terbiarkan kosong. (crew)

Related News