Tuesday, December 26, 2017

Diduga syarat penyimpangan, proyek pengaspalan jalan desa Pelompek Kecamatan Gunung Tujuh menjadi
sorotan banyak pihak karena dikerjakan asal - asalan. 
TEBOONLINE.COM, KERINCI - Pekerjaan yang menelan anggaran bersumber dari dana APBD Kabupaten Kerinci tahun 2017 di desa Pelompek Kecamatan Gunung Tujuh yang realisasi kegiatan berupa pengerasan dan pengaspalan jalan, diduga syarat penyimpangan.

Pantauan TEBOONLINE. COM dilokasi, pekerjaan jalan tersebut diduga tidak memenuhi standar kualitas jalan, seperti disamping Kiri maupun kanan tidak dilakukan pembereman atau penimbunan tanah sebagai pengunci batu, dilapisan bawah dasar diduga tidak dilakukan penghamparan pasir sebagai dasar, hasil dari pekerjaannya pun mulai terlihat kerusakan kerusakan.

Hal ini menjadi tanda tanya besar bagi beberapa LSM yang ada dikabupaten Kerinci, seperti yang dikatakan Ketua LSM JAMTOC Kabupaten Kerinci Ikhsan Daratoni bahwasanya, ada dugaan kuat penyimpanan yang dilakukan oleh Kontraktor yang ingin mendapatkan keuntungan besar dari pekerjaan itu.

"Terlihat jelas ada dugaan yang sangat menyimpang dari pekerjaan itu, seakan-akan hanya memikirkan keuntungan, tapi tidak memikirkan hasil," jelas Ihksan.

Ikhsan juga mengatakan, dari ketebalan pengerasannya pun tidak sesuai, yang seharusnya ketebalan pengerasan itu 15 cm, akan tetapi sewaktu aktivis ini mengukur dari ketebalannya hanya +-4cm, ada apa ini ?.

"Kita lihat dari pengerasan itu jelas ada dugaan kuat penyimpangan, kita ukur hanya +-4cm, sedangkan dalam aturannya seharusnya 15 cm, ada apa ini," kata ikhsan dengan keras.

Dari kejanggalan atas pekerjaan itu, Ikhsan selaku LSM akan melaporkan dari pekerjaan itu ke penegak Hukum. (Wo)