Friday, December 15, 2017

TEBOONLINE.COM, BATANGHARI - Kamis kemarin (14/12/2017) massa aksi damai dari BEM PTAI/STAI Muara Bulian, Kabupaten Batanghari mendatangi Kantor Bupati Batanghari dengan tujuan menyampaikan aspirasi mereka kepada PEMDA Kabupaten Batanghari terkait beberapa persoalan. 

Diantaranya mereka mengecam  presiden Amerika Serikat Donald Trump atas tindakannya yang sudah mengklaim Yerussalem sebagai ibukota Israel. Dan yang kedua, mereka meminta kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar dapat mengusut tuntas kasus Operasi Tangkap Tangan oleh oknum oknum koruptor pejabat di Provinsi Jambi yang beberapa waktu lalu sempat menghebohkan Provinsi Jambi. 
   
Namun Para Mahasiswa tersebut merasa amat sangat kecewa di karenakan tidak ada satu orang pun para pemangku kepentingan di PEMDA Kabupaten Batanghari yang berkenan menemui mereka.

Dan para Mahasiswa yang melaksanakan aksi damai ini hanya bisa bertemu dan berkoordinasi dengan Kabid Trantibum SATPOL PP Kabupaten Batang Hari Yaakin namun tak juga membuat para Mahasiswa tersebut merasa puas.
  
Berkaitan dengan hal ini, Koordinator Lapangan Aksi Damai Tersebut (Mawaizul Khoiri) saat di wawancarai Tebo Online.Com Jum'at 15 Desember 2017 beliau mengatakan, "Kami memang sengaja melakukan Aksi Damai Kemanusiaan ini dikarenakan kami atas nama Mahasiswa merasa ikut terpanggil dan prihatin atas pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump beberapa waktu lalu yang telah mengklaim Yerussalem sebagai Ibu Kota Israel.

Meminta kepada KPK agar dapat mengusut tuntas persoalan Dugaan tindak pidana korupsi Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh oknum - oknum pejabat di Provinsi Jambi yang sempat menghebohkan se Provinsi Jambi beberapa waktu lalu. 

"Namun amat sangat kami sayangkan tidak satu pun Pejabat pemangku kepentingan yang ada di PEMDA Kabupaten Batanghari yang berkenan menemui kami setidaknya memberikan tanggapan terkait dengan apa yang kami sampaikan dalam aspirasi kami. Entah apa yang ada dalam pikiran para pemangku kepentingan yang ada di Kabupaten Batanghari ini sehingga aspirasi kami yang kami sampaikan secara damai namun tidak di tanggapi dengan baik bahkan seolah tak di hargai," ungkap Korlap. (crew)