Kemenangan Praperadilan Sarjono Dinilai Lemah, Polres Tebo Bakal Ulangi Penyidikan

TEBOONLINE.COM - Pasca Sidang Praperadilan oleh PN Tebo yang mengabulkan permohonan Sarjono Kadis Pertanian Tebo, pihak Polres sebagai termohon bakal melanjutkan proses hukum. Ini disampaikan langsung oleh Kapolres Tebo, AKBP, Budi Rachmad saat ditemui awak media usai acara pelatihan PKS tingkat SMP se Tebo kemarin.

Budi mengatakan, mentahnya sidang praperadilan yang merugikan pihak termohon banyak menemukan kelemahan. Hal ini diakui dia mengingat surat sprindik yang dikeluarkan pihak Polres penomorannya dipermasalahkan. Selain itu pengiriman SPDPnya oleh pihak Polres sudah melewati tujuh hari. "Satu lagi proses audit total loss oleh BPK memakan waktu lama," terangnya.

Kendati praperadilan oleh pihak PN telah mengabulkan permohonan Sarjono, Polres tentunya bakal mengulang proses ini mulai dari awal lagi. Pasalnya praperadilan kemarin lanjut Kapolres tidak masuk dalam substansi Hukumnya. "Kita pantang menyerah, harus optimis," sebut Kapolres yang mengatakan jika dua alat bukti yang diajukan Polres sudah terpenuhi.

Sementara, saat disinggung apakah Polres bakal diback up oleh pihak Polda, Kapolres tidak menampik. Budi bilang kasus ini merupakan pekerjaan rumah paling berat, pihaknya bakal meminta Polda Back up. Tidak tertutup kemungkinan kata dia, kasus tersebut bakal ditangani oleh pihak Polda Jambi.

"Ini kasus 2015, karena jabatan bagaimanapun juga saya punya tanggung jawab," ujarnya meyakini.

Seperti diberitan sebelumnya, Pengadilan Negeri (PN) Tebo, Senin (27/11) lalu kembali menggelar persidangan gugatan praperadilan Ir Sarjono, Kepala Dinas Pertanian Tebo yang ditetapkan sebagai tersangka (TSK) oleh Polres Tebo dalam kasus dugaan korupsi Proyek embung Padi, Desa Sungai Abang, VII Koto, Tebo.

Sidang dengan agenda mendengarkan putusan ini dihadiri oleh semua pihak, baik Pemohon Ir Sarjono yang diwakili oleh 3 kuasa hukumnya dan termohon Polres Tebo. Pimpinan sidang, Ricky Fardinan, SH dalam amar putusannya menyatakan dan menetapkan permohonan Ir Sarjono diterima dan status tersangka Ir Sarjono dinyatakan tidak syah.

"Dalam putusan hakim, permohonan klien kami diterima dan penetapan klien kami sebagai tersangka dinilai cacat hukum, itu artinya kami menang,”Tutur Ichsan Hasibuan dan rekan selaku Kuasa Hukum Sarjono.

Menurut Rifky Septiano, SH salah satu Kuasa Hukum Sarjono, dari 7 poin yang diajukan oleh kuasa hukum, 6 poin dikabulkan oleh hakim, sedangkan 1 poin mengenai kerugian materil ditolak.

6 poin tersebut adalah menerima dan mengabulkan permohonan pemohon untuk seluruhnya, menyatakan surat perintah penyidikan terhadap pemohon dengan nomor sprin.sidik/58/a/V/2016/Reskrim tanggal 12 Juli 2016 dan atau sprin.sidik/85/VII/2016/Reskrim tanggal 12 Juli 2016 adalah TIDAK SAH dan Berdasar Atas Hukum, dan oleh karenanya penetapan Aquo tidak mempunyai hukum mengikat. (crew)

Related News