Gaji Kades Bakal Naik, Ini Tanggapan Kades Desa Olak

SUMARDI. 
TEBOONLINE.COM, MUARA BULIAN - Seluruh Kepala Desa di Kabupaten Batanghari kembali mendapatkan angin segar atau pun kabar yang gembira. Pasalnya, direncanakan tahun anggaran 2018 nanti, gaji para Kades akan dinaikkan.

Rencana menaikkan gaji Kades itu dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Batanghari. Sebagai bahan pertimbangannya, tanggung jawab para kades sangat besar, maka harus di imbangi dengan gaji yang memadai pula.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa M Fadhiel Arif kepada Teboonline.com mengatakan, kenaikan gaji Kades diwacanakan langsung oleh Bupati Batanghari, Syahirsah.

“Bapak Bupati sudah mengintruksikan untuk menaikan gaji kepala desa. Tapi ini akan kita bahas terlebih dulu bersama intansi terkait,” ungkapnya.

Dengan diwacanakannya kenaikan gaji tersebut, tentunya pengawasan yang dilakukan terhadap desa dan kepala desa akan lebih ditingkatkan. Pasalnya, saat ini peran desa dalam pembangunan di daerah juga semakin besar, Fadhil menambahkan
Selain itu, mengingat dana yang dikelola oleh desa saat ini nominalnya sudah cukup besar, sehingga peluang akan adanya kesalahan dan penyelewengan dana juga terbuka besar.

“Setiap desa saat ini harus mengelola anggaran dari Rp 1 miliar hingga Rp 2 miliar. Peran Inspektorat melalui Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) akan lebih diintensifkan terhadap desa. Sedang soal berapa kenaikan gaji Kades, hingga kini belum ditetapkan.

“Regulasi kenaikan gaji kepala desa akan menjadi salah satu poin pembahasan oleh instansi terkait,” pungkas nya.

Ditempat terpisah Kepala Desa Olak Sumardi saat di wawancarai Teboonline.com di kantornya mengatakan, rencana kenaikan gaji tersebut sudah didengarnya. Namun untuk pastinya ia belum tahu.

“Kalau saya menyambut baik wacana Bupati tersebut, namun kita berharap yang dinaikan tersebut adalah gaji, bukan tunjangan. Kalau tunjangan hanya bisa dinikmati kades saja, namun kalau gaji bisa dibagi dengan staf dan aparatur pemerintahan desa yang lain,” terangnya.

Ia juga tidak memungkiri dengan adanya kenaikan gaji tersebut akan berdampak pada beban kerja Kades. “Jangankan tahun depan, beban kerja tahun ini saja sudah terasa berat,” ungkap Sumardi

Padahal, penghasilan tetap para Kades di Batanghari saat ini hanya Rp 1,5 juta per bulan. Jika dibanding dengan gaji kepala kepala desa di daerah lain, seperti Kabupaten Muaro Jambi, di Batanghari jauh lebih kecil.

“Berapapun kenaikan yang diberikan kami sangat berterimaksih kepada pemerintah, namun kita berharap yang naik itu gaji bukan tunjangan. Sehingga bisa dinikmati oleh perangkat desa lainnya, karena gaji mereka diambil 50 persen dari gaji Kades,” tutupnya. (iip)

Related News