Dinas DIKBUD Tebo Bakal Tutup Sekolah Yang Jumlah Murid Dibawah 100 Orang

TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Dalam rangka melaksanakan program Pemerintahan Presiden RI Joko Widodo dalam hal efisiensi anggaran, Pemerintah Daerah Kabupaten Tebo melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo akan menutup Sekolah yang jumlah muridnya dibawah 100 orang.

Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo Zulkipli melalui Kabid Dikdas Khairul Akmal. Pada Teboonline.com, Khairul Akmal menyampaikan bahwa penutupan Sekolah yang muridnya dibawah 100 orang ini adalah tindak lanjut dari instruksi pemerintah pusat.

"Sekolah yang jumlah siswanya dibawah 100 orang akan ditutup dan dimerger dengan sekolah terdekat," sebut Khairul Akmal saat ditemui di ruangannya beberapa waktu lalu.

Kebijakan pusat ini lanjutnya, untuk sementara informasinya dilakukan kepada Sekolah tingkat Dasar (SD). Untuk di Kabupaten Tebo diakuinya, banyak SD yang jumlah muridnya dibawah 100 orang, akan tetapi jumlah Gurunya banyak sekali. SD seperti inilah yang harus di merger dengan SD yang lain.

"Ada SD di Tebo ini jumlah siswanya sangat sedikit tapi jumlah Gurunya sampai 8 orang, nah Gurunya ini banyak nganggur jadinya, ini yang perlu di merger," kata Khairul lagi.

Saat ditanya berapa jumlah SD yang akan ditutup dari jumlah SD di Kabupaten Tebo sebanyak 236 sekolah, Khairul Akmal belum bisa menjelaskan lebih jauh karena wacana ini baru dirapatkan oleh Dinas Dikbud Kabupaten Tebo.

Namun Kabid Dikdas ini membocorkan informasi tujuan kebijakan Pemerintah pusat melakukan penutupan Sekolah yang jumlah siswanya dibawah 100 orang adalah salah satu solusi menangani minimnya tenaga Guru didaerah - daerah.

"Seperti di Kabupaten Tebo sendiri misalnya, banyak Sekolah tapi kekurangan Guru misalkan Guru SD. Setelah sekolah A ditutup dimerger dengan sekolah B maka tidak ada lagi kekurangan Guru dan bisa jadi Guru PNS disana akan berlebih setelah dimerger dan bisa dipindahkan ke Sekolah lain yang masih membutuhkan," cerita Khairul.

Jadi katanya, adanya asumsi kekurangan Guru sebenarnya tidak ada setelah adanya kebijakan pemerintah pusat untuk memerger sekolah satu dengan sekolah yang lain. Inilah Solusinya dan pastinya, langkah ini diambil sudah melalui pertimbangan yang matang meskipun nanti berimbas kepada Guru honor. (crew)


Related News