Dewan Kecewa, Serapan APBD Tebo Baru 72,69 %

WARTONO TRIYAN KUSUMA SE 
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Serapan anggaran pada APBD Tebo tahun 2017 hingga masum pada bulan November baru mencapai 72,69 persen atau Rp 776,9 miliar.

Penyerapan ini berdasarkan laporan keseluruhan OPD di lingkup Pemkab Tebo. Hal ini disampaikan kepada Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Tebo Nazar Efendi kepada Wartawan diruangannya kemarin.

Nazar mengatakan, persentase serapan anggaran tahun ini dirasa masih stabil. Pasalnya jika membandingkan serapan anggaran pada tahun sebelumnya kisaran pencapaiannya antara 70 hingga 71 persen. "Kalau lihat trennya dengan tahun lalu masih stabil," kata Nazar meyakini.

Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun BKD dari pelaporan yang masuk setidaknya penyerapan paling optimal dari post biaya tidak langsung (BTL) mencapai 85,96 persen. BTL ini lanjut Nazar, dialokasikan untuk membiayai gaji pegawai.

Untuk diketahui, kendala rendahnya serapan tahun ini bersumber dari pos biaya langsung yang serapannya hanya 60,29 persen.

"Proyek fisik lambat. Pencairannya juga dilakukan bertahap. Makanya lambat," ucap Nazar saat dikonfirmasi pada Minggu keempat bulan November lalu.

Kendati demikian, Nazar optimis jika akhir tahun ini serapan anggaran bisa mencapai 96 persen. Pasalnya beberapa proyek dan kebutuhan anggaran mulai selesai. "Akhir tahun bisa sampai 96 persen," katanya.

Menanggapi masalah ini, Wakil Ketua DPRD Tebo Wartono Trian Kusumo angkat bicara. Dirinya merasa kecewa serapan anggaran Tebo baru mencapai 72 persen. Pasalnya, sudah dipenghujung tahun tapi serapan masih minim.

"Harusnya kalau dipenghujung tahun sudah 95 hingga 90 persenlah. Ada apa ini dengan OPDnya," kata Wartono bertanya.

Kalau tidak bisa mengolah anggaran lanjut Wartono, jangan minta anggaran yang besar. "Itu OPD mana saja yang kurang maksimal," tanya Wartono lagi.

Kata Wartono lagi, jangan semangatnya saja yang besar. Nyatanya penggunaan anggaran belum maksimal. "jujur kami sebagai dewan kecewa. Padahal proses pengesahan anggaran sudah kita percepat, harusnya anggaran bisa langsung digunakan untuk bekerja. Ketok palu kita percepat, hayo apa lagi," katanya.

Untuk itu dirinya menghimbau kepada OPD yang anggaranya besar supaya kerja yang optimal. "Sayang kan minta anggaran besar tapi kerjanya lambat. Gimana ini katanya mau menjalankan visi misi Bupati," tutupnya. (crew)

Related News