Sayuti Rio Kampung Baru Sepunggur Lecehkan Profesi Wartawan Dihadapan Wabup Bungo

Rapat seluruh Rio Kabupaten Bungo bersama Wabup Bungo Dwi Apriyanto, dalam rapat inilah oknum
Rio Kampung Baru Sepunggur Sayuti menjatuhkan nama baik profesi Wartawan. 
TEBOONLINE.COM - Tindakan  pelecehan terhadap nama baik wartawan/jurnalis yang dilakukan oleh Sayuti oknum Rio (Kepala Desa, red) Kampung Baru Sepunggur Kecamatan Bhatin II babeko Kabupaten Bungo (6/11/2017) yang dilakukan di hotel Amaris Bungo, sangat disayangkan oleh banyak pihak.

Oknum rio menyebutkan " Kami tidak takut sama polisi atau jaksa, akan tetapi kami takut sama wartawan yang meminta uang kepada kami," perkataan Sayuti (Oknum Rio) tersebut disampaikannya pada saat Rapat Pemilihan ketua Forum Rio Kabupaten Bungo dihadapan Wakil Bupati Bungo, Kepala Dinas PMD, Para Camat, Kasat Reskrim Polres Bungo, serta Rio-Rio Kabupaten Bungo.

Dengan insiden pelecehan terhadap nama Wartawan ini aaaayang sangat menjatuhkan dan melecehkan nama dari profesi tersebut, Darliyanto Ketua DPC PWRI Kabupaten Tebo mengecam keras perbuatan yang telah dilakukan oleh Sayuti oknum Rio yang tidak melihat dan memandang jelek terhadap profesi wartawan.

"Saya sebagai DPC PWRI Kabupaten Tebo, sangat menyayangkan kejadian yang tidak beretika seperti itu, karena telah menjelekan nama profesi wartawan," terang Darliyanto.

Dengan menyikapi hal dan kejadian seperti itu, DPC PWRI akan melaporkan hal tersebut kepada pihak yang berwajib, karena wartawan adalah dilindungi Undang-undang Tahun 1999 No.40.

Menurut dia, pernyataan Sayuti (Rio, red) ini bisa masuk dalam ranah pidana, karena telah menghina profesi wartawan. Dia mengatakan, Indonesia adalah negara hukum, maka pernyataan oknum Rio tersebut dapat dipidanakan dengan merujuk pada Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP).

Pencemaran nama baik diatur dalam Pasal 310 ayat (1) KUHP. Ancaman pidananya maksimal sembilan bulan dan pada ayat (2) ancaman pidananya maksimal satu tahun empat bulan. "Untuk fitnah, diatur pada Pasal 311 KUHP dengan ancaman penjara maksimal empat tahun," terangnya pula.

PWRI mendesak aparat kepolisian menindaklanjuti perkara hukum yang dilakukan Oknum Rio (kepala Desa, red) terkait ucapannya yang telah menghina profesi wartawan. Pasalnya, tugas jurnalis telah dilindungi oleh Undang Undang.

"Oknum Rio itu Pejabat Desa yang menjadi pemimpin Desa, malah menginjak-injak profesi kami. Ini tidak bisa dibiarkan," tambahnya lagi.

Untuk itu, PWRI meminta aparat kepolisian menindaklanjuti pasal penghinaan yang dilakukan Oknum Rio terhadap insan pers. (to)

Related News