Proyek Rehabilitasi Lapas Tebo Dipertanyakan

Proyek rehabilitasi Lapas Tebo. 
TEBOONLINE.COM - Proses lelang paket proyek Lapas Klas II B Muara Tebo, yang menggunakan dana APBNP bernilai +- Rp 6 Milyar, terindikasi ada kecurangan. Hal ini diungkapkan salah seorang rekanan kontraktor yang juga ikut dalam proses lelangnya berlangsung,

M.Rifai menduga ada kecurangan yang telah dilakukan pihak panitia lelang. Karena menurut M.Rifai ada persyaratan tender yang tidak sesuai dengan Permen PU No.09/PRT/M/2013, dan pada tanggal 9 September 2013 dia juga mengatakan telah melakukan penyanggahan.

"Proses lelang proyek Lapas Tebo ini saya rasa ada kecurangan yang telah dilakukan pihak panitia, karena ada persyaratan lelang yang jelas tidak sesuai dari aturan Permen PU No.09/PRT/M/2013," ungkap Rifai.

Menurutnya, ada kejanggalan yang sangat jelas ada kecurangannya, dimana proses klarifikasi berkas PT.Prima Mandiri selaku pemenang lelang tersebut, pada hari yang bukan jam kerja atau pada Sabtu yang nota bene adalah hari libur.

"Kejanggalan yang saya duga adalah pada proses klarifikasi berkas PT.Prima Mandiri yang jelas salah dilakukan pada hari yang bukan jam kantor, hari sabtu kan libur," kata Rifai.

Dalam proses lelang ini kuat dugaan ada proses KKN dan tindakan penuh permainan oleh pihak panitia lelang, dan Rifai berharap ada pantauan jelas dari pihak Kementerian Hukum dan HAM, serta harus mempunyai personil tenaga ahli dan Mandor.

"Diduga ada proses yang syarat KKN yang telah dilakukan, saya juga meminta ada pantauan dari pihak Kementerian Hukum dan HAM, agar bisa dilaksanakan pekerjaan yang baik, seperti yang pada saat kami ke lokasi juga tidak ada personil tenaga ahli dan mandor lapangan, karena pada saat perlelangan sudah jelas disebutkan General Super, ahli K3, site Maneger tidak ada dilokasi ini sudah salah," tutupnya.

‎Sementara, Kepala Lapas Klas IIB Muara Tebo Ahmad Hardi menjelaskan pada saat melihat langsung pekerjaan itu,  pekerjaan renovasi Lapas ini dianggarkan dari dana APBNP, untuk perenovasian dalam Lapas dan Blok yang ada didalam. Hardi juga menambahkan, sangat khawatirnya pekerjaan renovasi ini akan rampung pada Desember mandatang.

Pelaksanaan pembangunan rehab Lapas Klas IIB Muara Tebo ‎itu, menurut Hardi, keamanan untuk pekerja tidak sempat terpikirkan, karena sudah mengejar waktu. "Untuk pelaksanaan rehab saat ini pengerjaannya mengejar waktu, karena saya juga tidak yakin akan rampung pada 31 Desember ini (2017), ujar dia.

Untuk papan Informasi saat ini belum terpasang, namun akan dipasang pada waktu satu (1) atau dua (2) hari ini.

"Papan Informasi saat ini memang belum terpasang, namun sudah siap, dalam waktu satu (1) atau dua (2) hari ini akan kami pasang," jelas Hardi lagi. (dar)

Related News