Proyek Jalan Provinsi di Pintas Tuo Kabupaten Tebo Disorot

Jalan desa Pintas Tuo Muara Tabir. (Poto: DARLIYANTO/TO) 
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Proyek peningkatan jalan di wiliyah IX (Kabupaten Tebo), jalan provinsi yang terletak di Desa Pintas Tuo, Kecamatan Muara Tabir, Kabupaten Tebo tahun 2017 sudah dimulai.

Akan tetapi, Proyek pengerjaan milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang Provinsi Jambi senilai Rp 7.701.974.000,00 dengan nomor kontrak 622/1215/DPUPR-5.2/15.21/V/2017, kini menjadi sorotan warga.

Pasalnya, proyek yang bernilai fantastis tersebut diduga dikerjakan secara asal-asalan oleh pelaksana kegiatan untuk meraup keuntungan yang besar tanpa memikirkan kwalitas.

Hal tersebut disampaikan oleh Tokoh masyarakat Pintas Tuo yang sehari-hari menggunakan jalan tersebut. Ia mengaku sangatlah kecewa atas perbuatan pihak kontraktor yang mengerjakan proyek jalan tersebut yang terkesan asal-asalan.

Pasalnya, dilihat dari badan jalan dan bahu jalan saat ini sangat lah memprihatinkan. Apalagi pada perkerasan jalan, yang memang memakai batu split klas A, akan tetapi banyak debunya dibandingkan batu split yang akan memperkuat badan jalan agar sulit untuk amblas.

Seperti pada bahu jalan, batu yang digunakan diduga hanya memakai batu sungai, baru diatasnya dilapis batu split yang hanya menutupi dari batu sungai yang telah tertimbun.

"Kita bisa lihat dari pekerjaan itu, lihat saja pada pekerjaan perkerasan waktu sebelum diaspal sekarang, sangat lah banyak debu dibandingkan batu splitnya," terang warga Pintas, Jumat, (3/11/2017).

Berdasarkan pantauan dari warga sekitar yang selalu melewati jalan itu juga menerangkan, ada dugaan mengenai pekerjaan itu sangat lah jauh dari dokumen, seperti gambar dan RAB kegiatan ada dugaan juga dinilai tidak sesuai dengan pelaksanaan.

"Berdasarkan dari pandangan kami (Warga, red), kami menduga pekerjaan itu sangat melenceng dari dokumen, pelaksanaan kegiatan peningkatan jalan provinsi yang terletak di Desa Pintas Tuo tahun 2017 diduga tidak sesuai dengan pelaksanaan di lapangan," cetusnya.

"Kita tunggu saja mereka selesai mengerjakannya, baru kita laporkan ke penegak hukum supaya mereka jangan mengerjakan kegiatan asal-asalan," sambutnya.

Perlu diketahui bahwa pihak rekanan tersebut bukan rekanan yang baru melakukan kegiatan di Kabupaten Tebo. Melainkan sudah sering melakukan pengerjaan namun hasilnya sangat buruk. (Darliyanto)

Related News