Pemilik Toko Takasima Rimbo Bujang Ditangkap Polisi, Ini Penyebabnya

Surya Ginting, pemilik toko Takasima. 
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO – Kepolisian Polres Tebo mencari cara untuk memutus mata rantai penambangan emas tanpa izin (PETI) yang marak di Kabupaten Tebo, dengan cara menangkap minyak serta pemasok minyak solar yang digunakan untuk PETI. Kini jajaran reskrim Polres Tebo membidik para penjual mercuri yang menjadi zat terpenting dalam peleburan emas PETI.

Kamis (2/11/2017), tim reskrim yang dipimpin oleh Kasat Reskrim AKP Maruli ini berhasil membekuk salah satu penjual Mercuri di wilayah Kecamatan Rimbo Bujang, Tebo.
Surya Ginting (44), Pemilik Toko Takasima ini ditangkap sekitar pukul 16.30 WIB, di tokonya yang berada di Jalan Lesmana, Desa Perintis, Kecamatan Rimbo Bujang, Tebo.

Selain menangkap Surya Ginting, Polisi juga menangkap salah satu karyawannya bernama Zulkarya (34), serta barang bukti (BB) seperempat botol serta satu plastik kecil yang berisi air keras Mercuri dengan berat 5 ons.

Kapolres Tebo melalui Kasat reskrim AKP Maruli membenarkan penangkapan dua orang yang diduga telah menjual bahan kimia mercuri dengan bebas, padahal mercuri tersebut dilarang diperdagangkan dengan bebas.

Kasat menjelaskan, mercuri tersebut adalah bahan yang digunakan untuk melebur emas hasil PETI. “Benar, ada dua orang yang kita amankan, seorang adalah pemilik toko dan seorang lagi karyawan toko penjual Mercuri,” terang kasat.

Penangkapan kedua pelaku ini bermula dari adanya informasi masyarakat yang menyebutkan kalau Toko Takasima menjual zat kimia jenis mercuri, dari informasi tersebut, tim reskrim langsung melakukan pengembangan dan melakukan penggeledahan di Toko Takasima. Hasilnya, tim mendapatkan mercuri disimpan ditempat yang tersembunyi oleh pemilik toko.

“Dari hasil penggeledahan, kita akhirnya mengamankan mercuri dan juga pemilik toko serta karyawan toko ke Mapolres Tebo. Dua pelaku ini akan dijerat  pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun atau pidana denda paling banyak Rp 10.000.000.000,00 (Sepuluh miliar rupiah),” tegas Kasat. (crew)

Related News