Mapolres Bungo Dijaga Ketat, Wartawan Pun Tak Boleh Masuk

TEBOONLINE.COM - Pasca tewasnya pelaku pembakaran Mapolres Damasraya Provinsi Sumatera Barat dan salah satu pelaku yaitu Eka Fitra Akbar (24) warga Jl. Bulian Rt.08 Kel. Pasir Putih Kec. Rimbo Tengah Kab. Bungo, yang juga anak perwira polres bungo yaitu IPTU MN, membuat pengawasan dan penjagaan di Bungo ekstra ketat.

Tampak penjagaan di polres Bungo diketatkan. Semua pengunjung yang masuk baik dari kepolisian atau pun umum harus menggunakan tanda pengenal dan meninggalkan kartu tanda pengenal berupa KTP kepada penjagaan polres bungo seperti pada Selasa (14/11) ini.

Saat beberapa awak media dari Kontributor Inews Kabupaten Bungo, Nurasiah bersama wartawan tribun jambi, Jaka mendatangi polres bungo sempat diminta keluar oleh KBO Sarjono sambil berkata meminta maaf pada awak media bahwa media belum bisa mendapatkan konfirmasi, sambil menggiring awak media tersebut untuk keluar polres bungo.

Tidak beberapa lama lagi, begitu juga yang dialami oleh wartawan tv lokal dari jambi tv dan jek tv, mereka hanya sebatas penjagaan kemudian disuruh keluar karena belum bisa memberikan informasi perkembangan pasca aksi teror pembakaran kantor polres Damasraya.

Jaka wartawan tribun jambi liputan kabupaten bungo mengaku  bahwa dirinya dan teman dari inews sudah ada didalam gedung tetapi oleh KBO Intelkam polres bungo diminta keluar dulu sebab belum bisa memberikan informasi lebih lanjut masalah perkembangan kasus teror pembakaran polres Damasraya.

"Ya memang kami digiring keluar gedung polres, sebab pihak polres belum bisa memberikan informasi tentang kasus pembakaran polres bungo," ujarnya.

Sedangkan Izam wartawan Jek Tv liputan Wilayah kabupaten bungo dan tebo mengatakan, ingin melakukan liputan perkembangan tentang kasus teror pembakaran polres Damasraya bersama anak jambi tv.

Tetapi setelah melapor dipenjagaan dan menunjukan tanda pengenal tetapi penjagaan polres bungo menyatakan bahwa untuk media belum bisa dikonfirmasi kapolres dan yang berwenang, serta dilarang mengambil gambar suasana polres bungo.

"Ya, kami tidak diboleh mengambil gambar dan konfirmasi para awak media di polres bungo, sesuai instruksi atasan," ujar Izam menirukan anggota yang jaga.

Satria selaku humas polres Bungo menyampaikan pesan dari kapolres Bungo melalui pesan selular whatshap terkait tidak adanya pelarangan meliput.

"Mohon perhatiannya, Untuk liputan belum bisa kami sampaikan," katanya.

"Tolong jangan sampai ada kekeliruan. Bukan kami dari pihak polres tidak mau diliput tapi masih belum bisanya waktu dan kondisi untuk peliputan.

"Soalnya, ada pengaduan bahwa ada pengusiran wartawan oleh anggota Polres Bungo itu tolong diluruskan. Bukan tidak Boleh, Kapolres Nyampaikan tadi belum waktunya. Mengingat kondisi, waktu, dan situasi yg belum pas untuk diliput," katanya.

"Nanti di kabarin, nunggu perintah dari atas. Nanti ada waktunya wartawan kita panggil," ungkapnya. (crew)

Related News