Dua Sekolah Di Desa Teluk Rendah Tergenang Banjir

Dua Gedung Sekolah di desa Teluk Rendah Kecamatan Tebo Ilir terendam banjir setelah beberapa
Hari intensitas curah hujan turun cukup tinggi. 
TEBOONLINE.COM - Hujan deras yang mengguyur Desa Teluk Rendah dan sekitarnya membuat sejumlah gedung Sekolah Madrasah Tsanawiyah Nurussa'ah dan MI Desa Teluk Rendah Kecamatan Tebo Ilir dilanda Banjir. Akibatnya aktifitas belajar mengajar siswa/i menjadi terganggu.

Najib Umar, salah seorang warga Desa Teluk Rendah saat dikonfirmasi Sabtu (25/11) mengatakan, bahwa hujan yang mengguyur desa teluk rendah pada sabtu malam membuat gedung MTs tersebut dilanda banjir.

"Hujan yang sangat deras semalam membuat dua sekolah tersebut menjadi kebanjiran," ungkapnya.

Akibat hujan tersebut lanjutnya, siswa/i MI untuk kelas 1 dan 2 sudah dipulangkan, karena tidak bisa untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar seperti biasanya. Sedangkan untuk kelas 3 sampai 6 masih tetap bertahan, guna untuk membersihkan ruangan yang terkena banjir tersebut.

"Kalau sekarang kelas 1 dan 2 sudah disuruh pulang, sedangkan untuk kelas 3 sampai 6 masih tetap bertahan," jelasnya.

Sedangkan untuk siswa/i MTs masih tetap berada disekolah, namun siswa tersebut juga tidak bisa belajar. Karena sejumlah ruang belajar juga terkana banjir.

"Kalau MTs masih tetap bertahan disekolah, tapi juga tidak belajar. Karena diruangannya juga terkena banjir," paparnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah MTs, Yusuf Hilmi saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa sudah dipastikan untuk hari ini siswa/i MTs tidak akan melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

"Kalau untuk hari ini tidak belajar, karena beberapa ruangan masih tergenang air, dan juga dibeberapa ruangan masih tersisah korotan lumpur. Untuk itu semua siswa masih harus membersihkan kotoran tersebut," sebutnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Kepala Sekolah MI, Buhari. Dirinya menjelaskan untuk saat ini sekolah tersebut digenangi air lebih kurang setinggi 40-50 cm. Sejumlah siswa/i MI sudah diperkenankan untuk pulang.

"Kalau kelas 1-2 sudah kami suruh pulang, sedangkan untuk kelas 3-6 masih tetap disekolah mengikuti pelajaran. Dan kemungkinan akan membersihkan sebagian ruangan yang terkena banjir tersebut," ujarnya.

Saat ditanya apa solusi kedepannya, Buhari menyebutkan, untuk saat ini pihak sekolah tidak bisa berbuat banyak, hanya bisa berharap kepihak Pemerintah Desa maupun Pemerintah Daerah ataupun dari Dinas terkait.

"Saya sudah pernah juga berbicara dengan Pemerintah Desa. Namun, hingga saat ini belum ada tanggapan dari mereka," sebutnya.

Sedangkan untuk pemerintah Daerah atau Dinas terkait, kami sangat berharap ada bantuan. Karena kalau hujan deras sekolah kami selalu digenangi air yang mengakibatkan banjir, maka dari itu kami sangat membutuhkan bantuan berupa Drainese (parit) untuk mengalirkan air ke sungai batang hari.

"Kami berharap ada solusi juga dari Pemerintah Daerah, yaitu berupa Drainase sepanjang lebih kurang 300 m, untuk mencapai ke sungai batang hari," pungkasnya. (crew)

Related News