Friday, November 17, 2017

Sidang Paripurna Penyampaian Pendapat Akhir Frak-fraksi terhadap nota pengantar RAPBD Tebo 2018.
MUARATEBO - Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) Kabupaten Tebo pada Jumat (17/11/2017) melaksanakan Rapat Paripurna dalam Rangka Penyampaian pendapat Akhir Frak-fraksi DPRD Kabupaten TeboTerhadap Nota Pengantar Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Tebo Tentag Anggaran Pendapatan dan Belanja daerah (APBD) Kabupaten Tebo tahun Anggaran 2018

Dalam Rapat paripurna yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Tebo, Agus Rubyanto, para Wakil Ketua DPRD Tebo, Syamsurizal dan Wartono Trian Kusumo beserta para anggota DPRD Tebo, Bupati Tebo, H Sukandar, Wakil Bupati Tebo Syahlan Sekda kabupaten Tebo, Abu Bakar, para Forkopimda serta para OPD di lingkup Pemerintah Kabupaten Tebo.

Penandatangan berita acara Nota Pengantar. 
Wakil Ketua DPRD Tebo Wartono Triyan Kusuma, sebagai juru bicara yang mewakili seluruh fraksi di DPRD Kabupaten Tebo menyampaikan pandangan akhir fraksi. Dalam penyampaiannnya, Wartono menyebutkan bahwa pembahasan APBD tahun Anggaran 2018 telah melalui mekanisme dan procedural secara yuridis memenuhi dari tahapan-tahapan pembahasan, melalui rapat fraksi-fraksi dan rapat kerja hearing komisi-komisi dengan kepala organisasi perangkat daerah, serta melalui rapat badan anggaran DPRD bersama TAPD Pemerintah Kabupaten Tebo.

Dalam kesempatan itu, dirinya juga menyampaikan pandangan fraksi-fraksi seperti fraksi Golkar meminta agar pemerintah Kabupaten Tebo melakukan evaluasi terhadap kinerja para OPD. Selain itu juga dirinya berharap pemerintah Kabupaten Tebo juga lebih serius dalam melakukan pengawasan terhadap proyek-proyek fisik agar hasilnya bisa maksimal dan tidak lagi terjadi keterlambatan dalam pengerjaan sehingga merugikan masyarakat.

Serah terima Nota Pengantar dari Pimpinan DPRD Tebo kepada Bupati Tebo H Sukandar. 
Dedangkan Fraksi PDI Perjuangan berharap OPD dalam menyusun program memang betul-betul sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu pembangunan fisik seperti jalan juga harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta terhadap disiplin dan kinerja PNS yang harus ditingkatkan.

Begitu juga catatan dari Fraksi Demokrat, Pemerintah Kabupaten Tebo diharapkan bisa segera melakukan lelang jebatan terhadap eselon II karena sudah memasuki 6 bulan sejak dilantik sebagai Bupati. Sedangkan untuk Fraksi Gerindra, Fraksi PAN, Fraksi nasional Demokrat Kebangkitan Bangsa dan Fraksi Nurani Sejahtera dalam menyampaikan penyampaikan pandangan akhirnya lebih menekankan kepada Pemerintah Kabupaten Tebo dalam memaksimalkan sumber-sumber PAD Kabupaten Tebo agar PAD Kabupaten Tebo bisa mengalami peningkatan.

“Beberapa catatan sebagai masukan dari farksi-fraksi DPRD semoga dapat dijadikan sebagai bahan perbaikan dalam melaksanakan tata kelola pemerintah untuk masa yang akan datang demi kemakmuran masayrakat Kabupaten Tebo,” ujar Wartono sambil menyudahi penyampaian pandangan Akhir fraksi.

Bupati Tebo, Sukandar dalam sambutannya mengatakan bahwa rancangan APBD Kabupaten Tebo 2018 merupakan langkah strategis karena pada tahun pertama sehingga merupakan rencana pembangunan jangka menengah kabupaten Tebo lima tahun ke depan.

“Pelaksanaan APBD tahun 2018 nanti tentunya upaya strategis dalam mempercepat dalam mewujudkan visa Kabupaten Tebo menuju Tebo tuntas 2022 sebagai mana yang kita citakan bersama,” ujar Bupati.

Selain itu, Bupati Juga menyampaikan bahwa secara umum APBD Tahun anggaran 2018 masih memprioritaskan untuk melengkapi pembangunan infrastruktur yang belum ada seperti pembukaan Jalan penghubung antar desa dan peningkatan kualitas kesehatan, lingkungan Sekolah serta pelayanan dasar lainnya. Selain itu, Pemerintah kabupaten Tebo juga terus membangun Imtak yaitu pembangunan Islamic center di setiap kecamatan.

“Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kesedian anggota dewan yang terhormat untuk meluangkan waktu, tenaga dan pikiran, dalam mempercepat tujuan pembangunan di bumi Seentak galah Serengkuh dayung Kabupaten tebo yang kita cintai,” tuntas Sukandar. (crew)