Demo, Siswa SMAN 13 Tebo Minta Kepsek Dicopot

TEBOONLINE.COM - Ratusan Siswa SMAN 13 Tebo yang terletak di Desa Rantau Api Kecamatan Tengah Ilir Kabupaten Tebo Kamis pagi (23/11) Mendatangi Sekolah dengan cara yang berbeda, kali ini Siswa membawa sejumlah Karton yang berbagai macam isi tulisan.

Alasan Siswa SMAN 13 Tebo ini meminta agar kepala sekolah mengembalikan uang Siswa dan Kepala Sekolah segera dipecat.

Pada pelajaran tahun 2016-2017 ada Empat tuntutan oleh sejumlah Siswa.1.Rok untuk baju stelan Muslim tidak dapat. 2. Biaya pengambilan Beasiswa pip sebesar Rp 150.000. 3.Uang perpisahan tidak dibelikan barang apapun. 4.baju muslim untuk 2016-2017 saat siswa masih dikelas Satu, baru diberikan pada saat siswa naik kekelas dua.

Dan pada pada tahun pelajaran 2017-2018 sembilan tuntutan sebagai berikut : 1. ada 25 orang Siswa yang pindahan dari sekolah lain ke sekolah SMAN 13, dengan biaya bermacam-macam. 2.biaya kostum drum band bervariasi. 3.membuat baju paduan suara sebanyak 25 orang, diharuskan membayar Rp.120.000/orang, tetapi harga sebanarnya Rp 80.000. 4. Uang Beasiswa KIP diwajibkan agar membayar Komite seluruhnya tanpa sisa dan ada juga siswa yang membayar uang tahunan dua kali.

5. Dana Bos tidak jelas pengeluarannya. 6. Uang Komite tidak jelas pengeluarannya. 7. Biaya pengecetan Ruangan Sekolah dibebankan ke Siswa. 8. Satpam bekerja tidak sesuai dengan fungsi, sehingga banyak siswa yang berkeliaran. 9. Perlengkapan kelas dibebankan ke siswa.

Terkait hal ini kepala Desa Rantau Api Zikwan angkat bicara, dirinya sangat menyayangkan atas kejadian ini. "Kenapa harus terjadi seperti ini, padahal Tim Provinsi dari dinas terkait, beberapa minggu yang lalu sudah turun langsung ke sekolah tersebut, terkait laporan yang sebelumnya," ungkap orang Nomor satu di desa Rantau Api tersebut.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 13 Tebo Sasmi Roswita berulang kali dihubungi Via telpon tidak mau angkat telpon. (crew)

Related News