Baru Setahun Dibangun Dengan Dana Desa, Jembatan Dusun Tanah Bekali Ambruk

Ambruk, Jembatan Tanah Bekali sampai saat ini belum juga diperbaiki. 
TEBOONLINE.COM, MUARABUNGO - Lagi-lagi Desa kini makin banyak permasalahan yang terus menuai kritikan dan ocehan maayarakat.

Seperti yang ada didusun (Desa, red) Tanah Bekali, disana ada sebuah Jembatan yang dibangun pada tahun 2016 yang lalu dengan menelan dana puluhan juta rupiah yang bersumber dari Dana Desa (DD) itu telah lama roboh.

Namun, sampai saat ini jembatan tersebut belum juga ada perbaikan dari pihak Pemerintahan Desa.

Sementara itu, Pemerintah Desa dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Bungo dari Komisi 3 ( tiga ) pernah mengunjungi lokasi robohnya jembatan itu, namun tidak ada juga tindak lanjutnya sampai saat ini.

"Kami sangat kecewa dan kesal atas robohnya jembatan ini, karena jembatan ini adalah sebagai jembatan Penghubung warga sekitar," ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku pada Teboonline.com, Jumat (3/11/2017).

Mereka juga mengesalkan pada pihak Dewan yang telah turun, namun tidak ada juga sampai saat ini perubahan yang terjadi, diam seperti patung.

"Jembatan pehubung ini sudah pernah dikunjungi komisi 3 DPRD bungo namun saat ini hanya diam seperti patung saja," tambahnya lagi.

Warga juga mengatakan, aparat Desa saat itu yang bertugas pada Pemerintahan Desa Tanah Bekali, Kecamatan Tanah Sepenggal adalah orang-orang yang mengerti pada aturan, bahkan dari kalangan PNS, seperti aparat Desa yang menjabat sebagai Bendahar dan TPK.

Eri Junaidi juga sebagai PNS PU dan merangkap  jabatan TPK Desa dan Kaur pemerintahan. Sedangkan yang benama panggilan Ya Salon seorang kepala sekolah SD tanah bekali, namun juga menjabat sebagai Kaur Pembangunan dan Bendara.

Namun sangat disayangkan, pada pembangunan Jembatan ini diduga oleh masyarakat, tidak menggunakan besi, dan kurang bahan baku, sehingga dengan mudah terjadinya kerusakan atau roboh pada bangunan Jembatan Dusun Bekali RT 8  bukit Muara Telentam.

"Kami raso jembatan iko dak pakai besi, semen jugo mungkin kurang, sehinggo mudah roboh," jelas warga.

"Dan kalo nak bawa hasil pekebunan tak bisa lagi. Karena jembatan sudah runtuh dan rubuh. Kami sebagai orang awam, berharap pada pihak kepolisian dan jaksa dan intasi terkait untuk mengusut dari dana pembangunan Jembatan ko, apolah banyak kekantong dak dana ko," tambah warga lagi.(dar)

Related News